Dinkes Semarang Ingatkan Warga Waspada Terhadap Penyakit DBD dan DD

Dinkes Semarang Ingatkan Warga Waspada Terhadap Penyakit DBD dan DD

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD) mengingat curah hujan yang masih tinggi di ibu kota Jawa Tengah.

Menurut Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, hingga akhir Maret tahun ini, terdapat 90 kasus DBD dan 1.400 kasus DD. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama setelah banjir beberapa waktu lalu yang memicu peningkatan kasus ini.

"Hal yang mencemaskan adalah jumlah kasus yang cukup tinggi, terutama pada remaja dengan persentase mencapai 41 persen," ujar Hakam pada Senin (15/4/2024).

Dalam upaya pencegahan, Dinkes Semarang telah gencar melakukan rapid test di puskesmas untuk mendeteksi dini kasus DBD dan DD. "Kami sudah melakukan rapid test secara langsung di puskesmas untuk memudahkan deteksi," tambahnya.

Rentang usia yang paling dominan terkena DBD adalah remaja dengan persentase 41 persen, diikuti oleh dewasa sebesar 22 persen, dan balita sembilan persen. Meskipun demikian, kasus DBD pada neonatal hanya satu persen dan pada lansia juga hanya satu persen.

Hakam juga menyoroti tingginya kasus DBD di daerah Banyumanik. Dia menekankan perlunya pemberantasan jentik nyamuk (PJN) dengan lebih intensif di wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori kerawanan tinggi.

"Dalam wilayah dengan kasus tinggi, kami melakukan PJN dua kali dalam satu minggu sebagai strategi paling efektif. Ini lebih baik daripada hanya melakukan fogging yang hanya efektif selama 10 jam," paparnya.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini