35 Orang Ikuti Diklat Pelaku Seni yang Diadakan Pemkab Sragen
NYALANUSANTARA, Sragen- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen melalui Bidang Pembinaan Kebudayaan menggelar Diklat Pelaku Seni di Gedung PKPRI Sragen Kamis (11/7/2024), kegiatan itu diikuti oleh 35 pelaku seni mulai dari seni musik tradisional dan modern, seni tari, teater/drama, seni rupa baik lukis, pahat, dan sungging.
Seni pertunjukan, saat ini masih merupakan unggulan dalam aktivitas seni dan kehadirannya terus tumbuh subur dan berkembang. Begitu pula pelaku seni yang setiap waktunya semakin banyak bermunculan dan memiliki potensi yang beragam sehingga perlunya memfasilitasi kegiatan para pelaku seni ini agar mampu berkontribusi dan berjalan beriringan dengan perkembangan digitalisasi.
Menurut Ketua Tim Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Sugiyanti Diklat tersebut merupakan kegiatan rutin. “Diklat Pelaku Seni merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan seniman Sragen dalam menciptakan karya seni baru dengan mengembangkan kesenian yang sudah ada melalui metode revitalisasi karya seni.” ucapnya.
Jumlah pelaku seni di Kabupaten Sragen, kata Sugiyanti semakin meningkat. Tahun 2021 jumlah pelaku seni mencapai 900 orang. Tahun 2024 diperkirakan sudah ribuan pelaku seni begitu pula kelompok-kelompok seni semakin bertambah.
“Seniman perlu meningkatkan kreativitas dan profesionalitas. Yang dari seni musik perlu meng up grade kualitas musiknya, apalagi dijaman modern ini perlu plattform digital untuk publikasi karya seninya melalui jejaring media sosial.”imbuhnya.
Di diklat tersebut, pihaknya menggandeng 2 nama seniman besar sebagai narasumber yakni Bambang Priyambodo seorang koreografer nasional yang akan berbagi pengalaman penciptaan karya dan Teknik revitaslisasi seni. Ada pula Nur Bayu Aji seorang pegiat budaya yang juga praktisi etnomusikologi yang menyajikan inovasi menyusun komposisi musik.
“Potensi pelaku seni di Sragen sangat luar biasa. Namun banyak yang kurang terekspose seperti anak-anak muda Sragen yang masih kurang berani tampil di sosial media. Ini menjadi PR bagi kami tentunya bagaimana potensi-potensi lokal bisa lebih digali. Harus ketemu satu-satu. Langkah kedepan mungkin akan sosialisasi kesekolah-sekolah.” kata Nur Bayu Aji salah satu narasumber seorang komposer musik asli Bumi Sukowati.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Sragen – Rafi Zahid Santoso dari SMA…
NYALANUSANTARA, Sragen – Bulan Suro, yang bertepatan dengan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menyambut Tahun Baru Imlek 2026 (2577…
NYALANUSANTARA, Gianyar– Bali United FC mengambil langkah terukur…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Jakarta Pertamina Enduro (JPE) sukses meraih…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Dua rekrutan anyar Persija Jakarta, Fajar…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, tampak…
NYALANUSANTARA, Garut - Kehadiran Jembatan Gantung di Desa…
NYALANUSANTARA, Jakarta– PT Pertamina (Persero) menguatkan komitmennya terhadap…
NYALANUSANTARA, Kebumen- Pemerintah Desa Bulurejo, Kecamatan Ayah, menggelar…
NYALANUSANTARA, Sidoarjo— Para penarik becak di Kabupaten Sidoarjo,…
NYALANUSANTARA, SEOUL- Drama terbaru KBS 2TV To My Beloved…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di…
Komentar