Angka Prevalensi Stunting di Kecamatan Karangmoncol Purbalingga Capai 9,5 Persen

Angka Prevalensi Stunting di Kecamatan Karangmoncol Purbalingga Capai 9,5 Persen

NYALANUSANTARA, Purbalingga- Kecamatan Karangmoncol berhasil mencatatkan angka prevalensi stunting sebesar 9,5 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan Bupati Purbalingga guna menekan angka stunting di bawah 10 persen. 

Kepala Puskesmas Karangmoncol, Sutrisno, menyampaikan hal itu di acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kader Kesehatan Puskesmas Karangmoncol yang dilaksanakan di lapangan Desa Baleraksa, Jumat (2/8/24).

Selain itu, angka kematian ibu di Wilayah kerja Puskesmas Karangmoncol juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Kemudian angka kematian ibu di Kecamatan Karangmoncol juga tidak ada,” ujarnya.

Keberhasilan itu, ungkap Sutrisno berkat kerjasama lintas sektoral, mulai dari kepala desa hingga kader kesehatan. “Program-program kesehatan mari kita dukung bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Purbalingga, khususnya Kecamatan Karangmoncol,” jelasnya.

Berbagai penghargaan juga diberikan dalam kegiatan itu, salah satunya kepada Desa Tamansari sebagai desa dengan angka stunting terendah di Kecamatan Karangmoncol. Bidan Desa Tamansari, Siti Marfuah, melaporkan bahwa angka prevalensi stunting di Desa Tamansari saat ini sebesar 6,3 persen, atau 30 anak dari 478 anak.

“Dukungan dari desa sangat besar, terutama melalui kelas ibu hamil dan balita. Kami juga bekerja sama dengan organisasi keagamaan seperti Fatayat Muslimat untuk mengadakan sosialisasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Selain itu, bantuan jamban dan Program Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dari puskesmas dan desa sangat membantu,” beber Siti Marfuah.

Desa Tamansari juga memberikan bantuan melalui Dana Desa berupa sepasang ayam untuk 100 warga. Telur yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tambahan protein bagi keluarga, terutama ibu hamil dan penderita TBC.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini