BNPB Ingatkan Potensi Bencana di Pulau Jawa Akibat Meningkatnya Intensitas Hujan Hingga Awal 2025
NYALANUSANTARA, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh daerah di Pulau Jawa untuk tetap siaga menghadapi potensi bencana alam yang disebabkan oleh peningkatan intensitas hujan hingga kuartal pertama 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, telah memasuki musim penghujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga awal 2025.
“Peningkatan intensitas hujan mencapai 20 persen dibandingkan kondisi normal. Ini disebabkan oleh fenomena atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, gelombang Kelvin, La Niña lemah, serta potensi siklon tropis atau bibitnya,” ungkap Abdul dalam konferensi pers bertajuk “Disaster Briefing” di Jakarta, Senin 9 Desember 2024.
BNPB menekankan pentingnya langkah-langkah kesiapsiagaan untuk meminimalisasi dampak buruk bencana. Abdul menyarankan pemerintah daerah mengintensifkan pengecekan kawasan rawan seperti aliran sungai, perbukitan, dan tebing curam. Selain itu, daerah yang sudah sering terdampak bencana diharapkan segera menetapkan status tanggap darurat agar mendapatkan pendampingan dari pemerintah pusat.
“Jika daerah menetapkan status tanggap darurat, BNPB dapat lebih cepat memberikan bantuan, baik peralatan, anggaran, maupun dukungan lainnya,” ujarnya.
Data BNPB menunjukkan bahwa banjir dan tanah longsor menjadi bencana paling dominan di Pulau Jawa pada periode 2-9 Desember 2024. Beberapa daerah yang terdampak antara lain:
1. Kabupaten Pandeglang
- 48.340 orang mengungsi.
- 1 orang meninggal akibat banjir.
2. Kabupaten Lebak
- 9.705 orang mengungsi dan 3 orang meninggal karena banjir.
- 1.556 orang mengungsi dan 2 orang meninggal karena tanah longsor.
3. Kabupaten Cianjur
- 4.909 orang mengungsi dan 3 orang meninggal karena banjir.
- 1.927 orang mengungsi dan 2 orang meninggal karena tanah longsor.
4. Kabupaten Sukabumi
- 1 orang meninggal dan 12 orang mengungsi akibat tanah longsor.
- 12 orang meninggal, 7.770 orang mengungsi, dan 1.260 rumah rusak karena banjir bandang.
- 300 orang mengungsi dan 30 rumah rusak akibat pergerakan tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar.
5. Kabupaten Bogor
- 53 orang mengungsi, 18 rumah rusak akibat banjir.
6. Kabupaten Pasuruan
- 5.280 orang mengungsi, 969 rumah terendam banjir.
7. Kabupaten Sumenep
- 75 orang terdampak, 15 rumah rusak.
8. Kabupaten Malang
- 600 orang terdampak, 120 rumah terendam.
9. Kabupaten Bandung Barat
- 68 orang mengungsi karena banjir.
10. Kabupaten Cilacap
- 2.831 orang terdampak, 11 orang mengungsi, 1.196 rumah terendam.
BNPB berharap masyarakat lebih waspada dan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Langkah proaktif seperti kesiapan logistik, penetapan status darurat, dan peningkatan edukasi terkait bencana kepada masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko bencana.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana…
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana…
Terkini
NYALANUSANTARA, SEOUL- Drama terbaru KBS 2TV To My Beloved…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JEJU- Drama komedi terbaru tvN Undercover Miss Hong…
NYALANUSANTARA, Purbalingga - Upaya penanganan bencana alam hidrometeorologi…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah tegas soal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALAUSANTARA, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk terus…
NYALANUSANTARA, Kendal– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Sragen- Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen,…
Komentar