Inovasi Pembinaan: Urban Farming di Lapas Perempuan Semarang Dukung Ketahanan Pangan

Inovasi Pembinaan: Urban Farming di Lapas Perempuan Semarang Dukung Ketahanan Pangan

NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang terus berinovasi dalam pembinaan napi dengan mengembangkan program urban farming. Kegiatan ini bertujuan untuk memproduksi bahan makanan lokal secara mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan yang berada di kota.

Sebagai langkah awal, Blok Kamar Hunian 3 ditetapkan sebagai kamar percontohan untuk program ini. Dengan memanfaatkan lahan di depan kamar napi mulai menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman bermanfaat, seperti cabai, sawi pagoda, daun mint, serta tanaman toga (tanaman obat keluarga). Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian kota Semarang dan melibatkan lagsung warga binaan mulai dari proses penanaman hingga perawatan.

Kepala Lapas Perempuan Semarang, Ade Agustina menyampaikan bahwa urban farming bukan hanya tentang bercocok tanam, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi nyata lapas dalam mendukung ketahanan pangan di kota yang lahan pertaniannya terbatas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan bisa lebih produktif, dan hasil panennya kelak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas maupun dibagikan ke masyarakat sekitar,” ujarnya, Minggu (1/6/2025).

Program ini juga akan terus dikembangkan ke blok-blok hunian lainnya, dengan harapan bisa menjadi model percontohan nasional dalam penerapan urban farming di lingkungan pemasyarakatan.


Editor: Holy

Komentar

Terkini