Keributan Warnai Karnaval Sound Horeg di Malang, Warga Keberatan Suara Bising

Keributan Warnai Karnaval Sound Horeg di Malang, Warga Keberatan Suara Bising

NYALANUSATARA, MALANG- Kericuhan mewarnai gelaran karnaval sound horeg yang berlangsung di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada akhir pekan lalu. Video peristiwa itu viral di media sosial, memperlihatkan ketegangan antara warga sekitar dengan peserta karnaval yang mengikuti truk pembawa sound system berdaya tinggi.

Insiden bermula saat seorang perempuan berteriak karena merasa terganggu dengan suara bising dari sound horeg. Tak lama kemudian, seorang pria berbaju merah keluar rumah, memaki, lalu mendorong salah satu peserta karnaval, hingga akhirnya bentrok fisik pun terjadi. Sejumlah warga berusaha melerai pertikaian tersebut.

Kericuhan diduga dipicu oleh ketidaknyamanan warga terhadap kebisingan yang ditimbulkan sound horeg, apalagi di rute tersebut terdapat warga yang sedang sakit. Namun permintaan untuk mengecilkan volume tidak diindahkan, dan bentrokan pun tak terelakkan.

Menanggapi insiden ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menyampaikan keprihatinan. Ketua MUI KH Isroqunnajah menegaskan bahwa peristiwa itu membuktikan dampak negatif sound horeg sangat besar, baik secara sosial maupun kesehatan, terutama bagi lansia dan anak-anak. Oleh sebab itu, MUI menetapkan fatwa haram terhadap penggunaan sound horeg yang melebihi batas wajar dan merugikan masyarakat.

Gus Is menyarankan agar hobi terkait sound system disalurkan dalam bentuk yang tidak merugikan orang lain dan tetap sesuai dengan norma sosial serta agama.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini