Guangxi Dorong Kolaborasi AI Bersama Negara-Negara ASEAN

Guangxi Dorong Kolaborasi AI Bersama Negara-Negara ASEAN

NYALANUSANTARA, BEIJING-Sebuah kompetisi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru-baru ini dibuka di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan, dengan mengusung tema "AI di Guangxi, China hingga ASEAN". Para pelaku dan pengamat industri memandang kompetisi tersebut sebagai contoh lain dari komitmen Guangxi untuk meningkatkan kerja sama AI dengan ASEAN.

   Sejak awal 2025, pemerintah daerah Guangxi telah meluncurkan serangkaian kebijakan dan langkah demi mendorong perkembangan AI di daerah tersebut dengan menargetkan total nilai industri terkait AI menembus angka 100 miliar yuan (1 yuan = Rp2.270) pada 2027. Selain itu, pemerintah Guangxi juga mendorong penciptaan sejumlah produk, skenario penerapan, dan perusahaan terkemuka di bidang tersebut.

Sebagai "jendela" kerja sama keterbukaan dan kerja sama China dengan ASEAN, Guangxi selalu memprioritaskan kerja sama AI dengan ASEAN. Pada akhir Juni lalu, sebuah fasilitas percontohan di Pusat Kerja Sama Inovasi AI China-ASEAN yang terletak di Guangxi mulai melakukan uji coba operasional. Sejumlah proyek mutakhir dengan total daya komputasi melampaui 1.500 petaflop (yang direncanakan mencapai 200.000 petaflop setelah rampung total) sudah mulai beroperasi. Sebanyak 42 program yang meliputi cip AI, pusat komputasi cerdas, dan perjalanan cerdas, juga sudah diteken.

   Sebagai bagian dari upaya peningkatan pertukaran AI antara Guangxi dan ASEAN, kompetisi yang bertajuk "AI Capacity-Building Action for All Cup" (AAA Cup) ini bertujuan untuk memperkuat integrasi teknologi AI dan ekonomi riil, mendorong agregasi sumber daya inovatif, dan mengembangkan ekosistem baru untuk penerapan AI. Inisiatif ini juga berupaya untuk meningkatkan dukungan bagi pembangunan komunitas China-ASEAN yang lebih erat dengan masa depan bersama.

   AAA Cup dirancang sebagai kompetisi AI internasional, profesional, dan tingkat tinggi yang terbuka bagi peserta dari China dan negara-negara ASEAN, termasuk perusahaan, perusahaan rintisan (startup), lembaga penelitian, dan pengembang individu.

   Penghargaan seperti "Perusahaan Berpotensi Tinggi" dan "Perusahaan Unikorn Masa Depan yang Menghadapi ASEAN" akan diberikan kepada proyek-proyek yang luar biasa, untuk mengakui upaya mereka dalam mengeksplorasi skenario aplikasi ASEAN serta mempromosikan aplikasi dan popularisasi teknologi dan produk di pasar ASEAN.

   Sejumlah perusahaan AI di Guangxi sedang mengincar pasar ASEAN yang sangat luas dan menjanjikan. Di aula pameran milik Maiyue Tech di Nanning, ibu kota Guangxi, sejumlah kacamata pintar dengan fungsi penerjemahan waktu nyata (real-time) dan berbagai peralatan inovasi lainnya menarik banyak konsumen.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini