Napi di Lapas Semarang Mampu Ciptakan Produk UMKM Berkualitas-Bernilai Ekonomi

Napi di Lapas Semarang Mampu Ciptakan Produk UMKM Berkualitas-Bernilai Ekonomi

NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, memberikan apresiasi terhadap hasil karya napi dalam kegiatan pembinaan kemandirian. Dalam kunjungannya ke unit kegiatan kerja, Fonika secara langsung meninjau proses pembuatan berbagai produk unggulan warga binaan, seperti sandal anyaman dari enceng gondok, batik tulis, dan baju sablon premium.

Dengan penuh antusias, Fonika menyaksikan kelihaian tangan-tangan terampil napi dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa pesanan terhadap produk-produk tersebut terus meningkat, yang menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas dan berdaya jual, bahkan masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami terus berupaya melengkapi dan memfasilitasi warga binaan untuk menuangkan minat dan bakatnya dalam bentuk produk bernilai ekonomi. Kegiatan pemberdayaan warga binaan melalui pengembangan UMKM ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” jelas Fonika Affandi, Sabtu 9 Agustus 2025.

Dalam pengembangan batik tulis, Lapas Kelas I Semarang juga menjalin kolaborasi dengan Kinanthi Wastra Batik, yang memberikan pelatihan keterampilan kepada warga binaan. Pelatihan ini menjadi sarana dalam menciptakan produk batik yang tak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai seni tinggi.

Fonika menunjukkan salah satu contoh batik hasil karya napi yang akan dikirim untuk dipamerkan pada event Indonesian Prisons Products and Art (IPPA) Festival tahun 2025 yang akan digelar di Aloha Pasir Putih PIK 2. Batik tersebut memiliki pola yang unik dan orisinal, ditambah tanda tangan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang semakin memperkuat daya tarik dan nilai eksklusif produk tersebut.

“Bisa dilihat ini salah satu batik terbaik yang akan kita kirim untuk pameran. Polanya cantik, dikerjakan dengan tangan oleh warga binaan, dan ditandatangani langsung oleh Bapak Menteri. Ini menjadikan batik tersebut sangat istimewa,” tutur Fonika.

Semua produk mulai dari sandal anyaman enceng gondok, batik tulis, hingga baju sablon premium dapat dipesan secara custom sesuai permintaan pembeli. Inovasi dan kreativitas yang ditampilkan warga binaan ini tidak hanya membuktikan potensi mereka, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mempersiapkan kemandirian pasca-pembinaan.


Editor: Holy

Komentar

Terkini