ATVSI Dorong Pemerintah Revisi UU Penyiaran

ATVSI Dorong Pemerintah Revisi UU Penyiaran

NYALNUSANTARA, Semarang- Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mengharapkan adanya penyempurnaan terhadap Undang-Undang (UU) Penyiaran yang sudah berusia 23 tahun. Hal itu perlu dilakukan guna menyikapi dengan berkembangnya zaman dan teknologi yang sangat dinamis.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal ATVSI, Gilang Iskandar di sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Revitalisasi Ekosistem Penyiaran: Strategi Peningkatan Daya Saing dan Efisiensi di Era Digital” yang diadakan di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Bendan, Semarang, Jumat (29/8/2025).

Menurut Gilang adanya multiplatform digital membuat media penyiaran konvensional mengalami perubahan. Sehingga diperlukan penyesuaian dengan kondisi saat ini agar keberlanjutan media penyiaran konvensional tetap jalan.

FGD yang diadakan ATVSI bekerjasama dengan Untag tersebut, ungkap Gilang guna mengumpulkan materi pembuatan masukan kepada Komisi 1 DPR RI. Selain digelar di Semarang, FGD sebelumnya sudah dilaksanakan di Bandung, dan berikutnya akan digelar di Yogyakarta dengan tema-tema berbeda. 

Gilang menambahkan adanya media sosial membuat pemerintah harus membuat aturan yang jelas terkait hal itu. “Harus ada yang ditata untuk disempurnakan dan berkesinambungan supaya ekosistem tidak saling mematikan, tapi sama-sama hidup. Bila tidak ada aturan akan saling membunuh,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan adanya media sosial secara langsung juga membuat konsumsi iklan di media sosial berkurang drastis. “Salah satu faktor penting yang mendesak adalah keberlanjutan dari konsumsi iklan di media Konvensional yang sudah mulai bergeser. Ketika ada pergeseran konsumsi media di masyarakat mau tidak mau akan berdampak,” ujarnya.

Situasi itu, tukas Gilang, tentunya makin memberatkan media konvensional yang merasakan penurunan pemasangan iklan hingga mencapai 40 persen. Para pemasang iklan kini banyak yang beralih ke digital. “Ini semakin parah, apalagi ditambah dampak ekonomi global dan pemerintah juga melakukan efisiensi hingga banyak stasiun Televisi yang melakukan PHK,” ucapnya.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini