SINOPSIS Sugar: Ketika Seorang Ibu Melawan Sistem Demi Bertahannya Sebuah Nyawa
Film drama keluarga tidak selalu hadir dengan cerita manis tentang cinta dan kebahagiaan. Sebagian justru memilih jalur yang sunyi, pahit, dan penuh tekanan emosional. Sugar, film asal Korea Selatan, termasuk dalam kategori tersebut. Alih-alih menyuguhkan kisah yang mudah dicerna, film ini mengajak penonton menyelami perjuangan seorang ibu yang harus berhadapan dengan sistem demi mempertahankan hidup anaknya.
Tokoh utama film ini adalah Mi Ra, seorang ibu biasa yang diperankan oleh Choi Ji Woo. Kehidupannya berjalan sederhana hingga suatu hari ia menerima kabar yang mengubah segalanya. Putra kecilnya, Dong Myeong, didiagnosis mengidap diabetes tipe 1, penyakit kronis yang mengharuskan penderitanya bergantung pada alat medis tertentu agar dapat bertahan hidup. Dari titik inilah konflik utama film mulai berkembang.
Masalah terbesar yang dihadapi Mi Ra bukan hanya kondisi kesehatan sang anak, tetapi juga sistem yang tidak berpihak. Alat medis yang dibutuhkan Dong Myeong tidak dapat diperoleh dengan mudah karena terbentur aturan impor dan biaya yang sangat tinggi. Film ini secara halus menyoroti bagaimana regulasi dan birokrasi sering kali tertinggal dari kebutuhan nyata manusia, terutama mereka yang berada dalam situasi darurat.
Di tengah kebuntuan tersebut, Mi Ra dihadapkan pada pilihan yang tidak adil: menunggu dengan harapan yang samar, atau melanggar hukum demi menyelamatkan anaknya. Sugar tidak menawarkan jawaban hitam-putih. Keputusan Mi Ra untuk mencoba membuat sendiri alat medis yang dibutuhkan putranya digambarkan sebagai tindakan penuh risiko, sarat ketakutan, dan tekanan mental yang berat.
Yang membuat Sugar terasa kuat adalah cara film ini menggambarkan sosok ibu secara manusiawi. Mi Ra bukan tokoh sempurna. Ia ragu, menangis, marah, dan berkali-kali hampir menyerah. Namun justru dari keretakan itulah keberaniannya tumbuh. Film ini menegaskan bahwa keberanian sejati sering kali lahir dari keterpaksaan, bukan dari niat heroik.
Penampilan Choi Ji Woo menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Ia tampil lebih tenang dan membumi, jauh dari kesan melodramatis. Ekspresi yang minim dialog justru memperkuat emosi yang ingin disampaikan. Hubungannya dengan Go Dong Ha, pemeran Dong Myeong, terasa alami dan hangat, memperkuat inti emosional cerita.
Menariknya, Sugar tidak berhenti sebagai karya fiksi semata. Sebagian hasil penjualan tiket film ini akan disumbangkan kepada organisasi penderita diabetes tipe 1 di Korea Selatan, yang kisah nyatanya menjadi inspirasi film ini. Langkah tersebut membuat pesan kemanusiaan Sugar terasa lebih nyata dan berdampak.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pada malam sunyi, saat doa-doa mengudara namun…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Mangku Pocong adalah film horor terbaru yang…
Terkini
Border 2, sekuel dari film klasik karya J.P.…
Industri film horor Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya lewat…
Film Primate hadir tanpa ambisi berlebihan. Sejak awal,…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- PT Kawasaki Motor Indonesia resmi menghadirkan dua…
NYALANUSANTARA, BOGOR- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyalurkan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa PT Ultrajaya…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Universitas Airlangga (UNAIR) melanjutkan rangkaian Airlangga Education…
NYALAUSANTARA, SURABAYA- Ribuan pelajar dari berbagai daerah memadati Airlangga…
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan dua perangkat…
NYALANUSANTARA, LONDON- Rangkaian laga awal pekan ke-23 Liga Inggris…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Hutama Karya…
Komentar