Yang Hansen Lakukan Debut Center Rookie dan Soroti Prospeknya di NBA

Yang Hansen Lakukan Debut Center Rookie dan Soroti Prospeknya di NBA

Dengan kembalinya Robert Williams III, Yang tergeser dari rotasi yang sudah padat oleh Donovan Clingan, Duop Reath, dan Williams. Imbasnya, dia tidak dimainkan dalam enam pertandingan berturut-turut sebelum akhirnya diturunkan ke G League.

Analis menilai performa awalnya secara terbuka. Kekhawatiran yang dibawanya dari CBA, terutama soal kecepatan, fisikalitas, dan kesadaran bertahan, tampak jelas. Masalah pelanggaran saat pramusim dan kesulitan menyesuaikan diri dengan standar atletik NBA memperlambat proses adaptasinya. 

Dalam program Sideline Story di CGTN, komentator menyebut bahwa Yang terlihat kewalahan menghadapi tempo permainan, mengutip momen "welcome to the NBA" saat Jaden McDaniels dari Minnesota Timberwolves melakukan dunk tepat di atasnya dalam laga debut musim reguler pada 23 Oktober.

Meski begitu, staf pelatih Portland menekankan pentingnya kesabaran. Pelatih interim Tiago Splitter, yang juga mantan center NBA, menjelaskan bahwa fokus pengembangan Yang adalah belajar bertahan tanpa melakukan pelanggaran, beradaptasi dengan kontak fisik, memperbaiki posisi bertahan, disiplin dalam rebound, serta membangun kondisi fisik setara NBA. 

Splitter memuji etos kerja Yang, terutama kegigihannya di ruang gym dan kesediaannya ikut berlatih bersama Remix.

Namun, sorotan publik semakin tajam. Sebagian analis menilai keputusan Portland memilih Yang di urutan ke-16 (setelah menukar pilihan dari posisi ke-11) mulai dipertanyakan. Apalagi ketika pemain yang mereka lewatkan, termasuk Cedric Coward, justru tampil menjanjikan. 

Start lambat Yang memunculkan anggapan bahwa dia merupakan "proyek jangka panjang" yang dipilih di saat Blazers justru membutuhkan kontribusi instan.


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini