Ruben Amorim: Di Tengah Aib Manchester United, Harapan Tergantung pada Final Liga Europa

Ruben Amorim: Di Tengah Aib Manchester United, Harapan Tergantung pada Final Liga Europa

NYALANUSANTARA, LONDON- Manchester United tengah melalui masa paling suram dalam sejarah modern mereka di era Premier League. Terperosok ke peringkat ke-16 klasemen dan hanya dua strip dari zona degradasi, klub legendaris ini kini menggantungkan harapan pada seorang pelatih muda asal Portugal, Ruben Amorim, yang tengah bersiap menghadapi laga terbesar dalam kariernya.

Final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur di San Mames, Bilbao, Rabu malam waktu setempat, bukan sekadar soal meraih trofi. Di balik laga itu, tersemat pertaruhan besar: tiket ke Liga Champions, reputasi klub, dan bahkan masa depan Amorim sendiri di Old Trafford. Nilai nominalnya? Diperkirakan mencapai 100 juta poundsterling.

Diangkat pada November lalu dari Sporting CP, tempat ia digadang-gadang sebagai pelatih masa depan Eropa dan sempat masuk radar Liverpool sebagai suksesor Jurgen Klopp, Amorim datang ke Manchester dalam situasi darurat. Ia meninggalkan rencana musim terakhirnya di Portugal demi memenuhi panggilan klub yang tengah krisis. Namun ia tak menyangka kedalaman krisis yang harus dihadapinya.

Meski datang dengan pendekatan baru dan semangat segar, hasil di lapangan tak memberi kelegaan. Dari 25 laga Premier League, hanya 10 kemenangan berhasil diraih—diselingi 13 kekalahan. Bagi klub sebesar Manchester United, statistik ini adalah catatan memalukan.

"Saya benar-benar malu," ujar Amorim jujur saat ditanya soal posisi timnya yang terdampar di papan bawah.

Namun justru dalam tekanan inilah narasi Amorim menjadi menarik. Ia bukan sekadar pelatih darurat. Ia adalah simbol keberanian, ketekunan, dan mungkin satu-satunya alasan fans United masih bisa berharap pada masa depan yang lebih baik. Bila ia bisa membawa tim ini menjuarai Liga Europa, maka dari reruntuhan musim terburuk, Ruben Amorim bisa menjadi arsitek kebangkitan Setan Merah.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini