Kemenangan Hampa PSS Sleman Atas Madura United
NYALANUSANTARA, Sleman- PSS Sleman harus menelan pil pahit meski berhasil mencatat kemenangan telak pada laga pekan ke-34 BRI Liga 1 2024/25. Di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu (24/5), PSS Sleman berhasil mengalahkan Madura United FC dengan skor 3-0. Namun, hasil tersebut tak cukup untuk menyelamatkan posisi mereka di kasta tertinggi.
Gol yang dicetak oleh Betinho pada menit ke-34, Gustavo Tocantins pada menit ke-41, dan Marcelo Cirino pada menit ke-81 tampak kurang berarti karena PSS Sleman tetap harus terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Kemenangan tersebut membuat PSS mengoleksi 34 poin, namun mereka tetap finis di peringkat ke-16, yang merupakan batas akhir zona degradasi.
Meskipun PSS Sleman menang, hasil pertandingan lain yang tidak menguntungkan mereka turut mempengaruhi nasib tim. Pada waktu yang bersamaan, Semen Padang FC berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0 di Malang, yang membuat mereka mengoleksi 36 poin dan memastikan posisi PSS di zona degradasi.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan kesedihannya usai pertandingan. "Ini adalah hari yang menyedihkan untuk PSS Sleman, untuk suporter, pemain, dan pelatih. Kami menunjukkan banyak progres di akhir musim ini, namun ternyata itu tidak cukup," ujarnya.
"Saya tahu tim kami luar biasa, dengan suporter yang sangat setia. Jadi saat ini kami sangat sedih. Saya rasa semua yang tahu potensi tim ini pasti kecewa. Kami berhasil meraih 4 kemenangan di akhir kompetisi, namun itu tidak cukup," beber Huistra.
Pernyataan pelatih asal Belanda itu sangat beralasan, karena memang PSS Sleman menunjukkan tren kemenangan yang impresif di 4 laga terakhir mereka. PSS Sleman berhasil mengalahkan PSM Makassar 3-1 di Sleman, menang 2-1 atas PSIS di Semarang, menundukkan Persija Jakarta 2-1 di Sleman, dan akhirnya mengalahkan Madura United 3-0 di Bangkalan.
PSS Sleman menghadapi beberapa pergantian pelatih sepanjang musim BRI Liga 1 2024/25. Mereka memulai kompetisi dengan pelatih Wagner Lopes, yang kemudian digantikan oleh Mazola Junior. Pada akhirnya, Pieter Huistra yang datang untuk menggantikan posisi tersebut. Meskipun mengalami pergantian pelatih, PSS Sleman menunjukkan perkembangan yang signifikan di penghujung musim. Namun, hasil tersebut tetap tidak cukup untuk menjaga mereka tetap berada di Liga 1.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyampaikan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- PSSI melalui PT Garuda Sepakbola Indonesia…
Terkini
NYALAUSANTARA, SURABAYA- Center for Environmental, Social, and Governance Studies…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Airlangga Education Expo (AEE) 2026 kembali menghadirkan…
NYALANUSANTARA, BANDUNG- Pria memegang peran penting dalam upaya pencegahan…
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
NYALANUSANTARA, MUMBAI- Pernikahan Nupur Sanon dengan musisi Stebin Ben…
NYALANUSANTARA, Agam- Rumah-rumah berdinding papan warna krem, dengan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Film Patriot yang dibintangi aktor legendaris Mammootty…
NYALANUSANTARA, Tapanuli- Sekolah-sekolah terdampak bencana di Tapanuli Tengah…
Hantu dalam horor Indonesia kian sering kehilangan daya…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Pemerintah provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Kabar menggembirakan datang bagi penggemar film horor dan…
NYALANUSANTARA, Salatiga– Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka…
Komentar