Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Airlangga Education Expo (AEE) 2026 kembali menghadirkan kisah inspiratif dari para calon mahasiswa yang rela berjuang jauh demi meraih mimpi. Salah satu cerita yang mencuri perhatian datang dari Annisa Yulia Syafira Berutu, siswi asal Kota Subulussalam, Aceh, yang menempuh perjalanan panjang selama 16,5 jam untuk dapat hadir langsung di AEE 2026.
Perjalanan Panjang Penuh Tantangan
Siswi yang akrab disapa Fira ini harus berpindah dari satu kota ke kota lain sebelum akhirnya tiba di Surabaya. Perjalanannya dimulai dari Kota Subulussalam menuju Medan dengan waktu tempuh sekitar 9 jam, lebih lama dari biasanya akibat akses jalan yang masih terdampak banjir dan longsor.
Setibanya di Medan, Fira melanjutkan perjalanan udara menuju Malaysia selama 1 jam, kemudian transit sekitar 4 jam. Setelah itu, ia kembali terbang menuju Surabaya dengan durasi 2,5 jam. Seluruh perjalanan tersebut ia jalani seorang diri, berbekal tekad kuat serta doa dan dukungan penuh dari orang tua.
Dapat Apresiasi Langsung dari Rektor UNAIR
Perjuangan panjang Fira berbuah manis. Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, memberikan apresiasi khusus kepada siswi SMAN Unggul Subulussalam tersebut. Di hadapan peserta AEE dan jajaran pimpinan universitas, Fira berkesempatan berdialog langsung dengan rektor serta menyampaikan tekadnya untuk menjadi Ksatria Airlangga.
Dengan penuh percaya diri, Fira memaparkan berbagai prestasi yang telah ia raih selama masa SMA, sambil menunjukkan sertifikat-sertifikat kejuaraan yang dimilikinya. Melihat semangat, motivasi, dan rekam jejak prestasi tersebut, rektor pun merekomendasikan Fira sebagai kandidat penerima golden ticket, meski keputusan akhir tetap menunggu hasil seleksi SNBP.
Bangga dan Terharu
Meski belum dinyatakan resmi sebagai penerima golden ticket, Fira mengaku sudah merasa sangat bersyukur dan bangga.
“Perasaan saya luar biasa, sangat senang dan terharu. Semua ini juga karena dorongan orang tua dan teman-teman di Aceh yang sangat suportif. Tanpa mereka, mungkin saya tidak akan sampai di sini, karena sebelumnya saya sempat ragu pada diri sendiri,” ungkapnya, Sabtu (24/1/2026).
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya – Sebanyak 13 mahasiswa dari Fakultas…
NYALANUSANTARA, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) meraih prestasi…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Dede Sunandar akhirnya buka suara terkait berbagai…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebuah museum bertema es krim di Shenyang…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pasangan selebritas Rayn Wijaya dan Ranty Maria…
NYALANUSANTARA, Kudus– Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah pesatnya hubungan ekonomi antara China…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Cinta Brian akhirnya buka suara mengenai prinsip…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata melalui Management…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau…
Komentar