Realme Dikabarkan Kembali ke Oppo, Siap Beroperasi sebagai Sub-Merek Bersama OnePlus

Realme Dikabarkan Kembali ke Oppo, Siap Beroperasi sebagai Sub-Merek Bersama OnePlus

NYALANUSANTARA, JEPARA- Realme dilaporkan akan kembali bergabung dengan Oppo setelah hampir tujuh tahun beroperasi sebagai perusahaan independen. Berdasarkan laporan terbaru, produsen ponsel asal Tiongkok tersebut akan diintegrasikan kembali ke dalam struktur Oppo guna mengonsolidasikan sumber daya dan menekan biaya operasional yang selama ini tumpang tindih.

Dengan langkah ini, Realme disebut akan kembali berstatus sebagai sub-merek Oppo, sejajar dengan OnePlus. Pendiri sekaligus CEO Realme, Sky Li, dikabarkan ditunjuk untuk mengawasi keseluruhan operasional kedua sub-merek tersebut. Meski demikian, detail finansial terkait penggabungan ini belum dipublikasikan.

Menurut laporan Lei Feng Network yang dikutip melalui 163.com, keputusan Realme untuk kembali ke Oppo bertujuan memaksimalkan efisiensi lewat kolaborasi operasional. Sumber internal Oppo menyebutkan bahwa ke depan Realme dan OnePlus akan disejajarkan secara strategis dengan merek induk, namun tetap memiliki pendekatan pasar yang berbeda. Salah satu dampak langsung dari integrasi ini adalah penyatuan layanan purna jual Realme dengan Oppo.

Meski operasionalnya akan semakin dekat dengan struktur bisnis Oppo, masing-masing merek diperkirakan tetap memasarkan produk dengan identitas nama sendiri. Realme selama ini dikenal kuat di pasar India, Asia Tenggara, dan Eropa, dengan fokus pada ponsel bernilai tinggi di segmen menengah hingga entry-level.

Langkah ini disebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan biaya dan menyempitnya margin keuntungan di industri ponsel pintar global. Para produsen kini dituntut mencapai skala dan efisiensi yang lebih besar agar mampu mempertahankan daya saing. Integrasi Realme dan Oppo diyakini bertujuan merampingkan proses internal, termasuk pengembangan produk dan jalur distribusi yang sebelumnya berjalan terpisah.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Sky Li akan mengawasi operasional Realme dan OnePlus secara keseluruhan, sementara Presiden OnePlus China, Jie Lie, tetap memimpin merek OnePlus. Jadwal peluncuran produk Realme ke depan diklaim tidak akan terdampak oleh penggabungan ini, dan tidak ada perubahan kepemimpinan lain yang diungkapkan.

Sebagai catatan, Realme pertama kali didirikan pada Mei 2018 sebagai merek turunan Oppo. Namun pada Juli 2018, Sky Li mengundurkan diri dari Oppo dan membawa Realme berdiri sebagai perusahaan independen. Sejak saat itu, Realme beroperasi di luar kendali langsung Oppo—hingga kini muncul kabar bahwa keduanya akan kembali berada dalam satu payung bisnis.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini