Thomas Djiwandono: Indonesia Berkomitmen Jaga Stabilitas Makroekonomi dan Reformasi Pro-Investasi
Fatih Tarusbawa - 17 November 2025 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta- Kementerian Keuangan Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta melanjutkan reformasi pro-investasi dalam menghadapi para pelaku usaha dan investor anggota Kamar Dagang Amerika Serikat (AmCham) pada The 13th US-Indonesia Investment Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta pada Senin 17 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyampaikan tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra utama dan tepercaya bagi para investor global.
Ia menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia dapat dilihat dari pertumbuhan PDB yang mencapai 5,04 persen pada triwulan ketiga, dengan target jangka menengah menuju 8 persen. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan yang berkelanjutan serta penguatan kepercayaan pasar, yang tercermin dalam rekor tertinggi indeks saham dan penurunan yield Surat Berharga Negara.
Thomas juga menyampaikan bahwa di sektor fiskal, pemerintah tetap disiplin menjaga defisit dalam batas maksimal 3 persen PDB. Pemerintah mengarahkan belanja negara pada sektor prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, yang bertujuan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Pemerintah kami berupaya mengeksekusi prioritas strategis sambil tetap menjaga program-program sosial dan ketahanan ekonomi,” ujar Thomas, menegaskan arah kebijakan pemerintah yang berfokus pada keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan sosial.
Ia juga menyadari pentingnya kolaborasi antara sektor swasta domestik dan internasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang transparan dan kompetitif. "Kolaborasi dengan sektor swasta adalah kunci utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya.
Selain itu, Thomas juga menekankan pentingnya agenda transformasi ekonomi yang berfokus pada penciptaan nilai tambah dan penguatan daya saing. Beberapa area prioritas yang dibuka untuk kolaborasi dengan investor global antara lain hilirisasi mineral, pengembangan energi terbarukan dan bioenergi, perluasan ekonomi digital termasuk infrastruktur pusat data, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengembangan manufaktur bernilai tambah tinggi.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Tembus USD 120, Defisit APBN 2026 Masih Aman
Ekbis 14 jam lalu
Pemudik Capai 144 Juta Orang, Perputaran Uang Mudik Lebaran Tembus Rp190 Triliun
Ekbis 1 hari lalu
Jasa Marga Berikan Diskon Tarif Tol 30 Persen Selama Empat Hari pada Lebaran 2026
Ekbis 2 hari lalu
Mentan Andi Amran: Impor Pakan Jagung Kini Nol Persen Berkat Lonjakan Produksi Nasional
Ekbis 2 hari lalu
Menkeu Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi RI dari Konflik AS–Israel dan Iran
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
Polemik Lele Marinasi Mentah dalam Program MBG, Dosen UNAIR Soroti Keamanan Pangan
Ilmu 1 jam lalu
Tekan Konsumsi BBM, Presiden Prabowo Minta Jajarannya Kaji Skenario WFH dan Pengurangan Hari Kerja
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Sumanto Dorong Pelaku UMKM Jateng Manfaatkan Momentum Ramadan dan Idulfitri
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Aturan Pembatasan Akun Medsos Anak, Pakar UNAIR Soroti Risiko Konten Digital
Ilmu 2 jam lalu
Ketua DPRD Jateng Dorong Pengembangan Hortikultura untuk Kesejahteraan Petani
Ragam Nusantara 3 jam lalu
sinopsis The Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi Keluarga
Sinema 3 jam lalu
Gelombang Kedua Pemulangan 34 WNI dari Iran Siap Dilakukan Kemlu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Jalur Pemalang-Purbalingga-Banyumas Siap Dilewati Pemudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Polda Jateng Imbau Pengusaha Angkutan Patuhi Pembatasan Kendaraan Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Semarang Siap Gelar Perayaan Cap Go Meh 2026 Tingkat Provinsi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Polda Jateng Ramp Check Kendaraan dan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi di Terminal Pemalang
Ragam Nusantara 5 jam lalu