Harga Minyak Dunia Tembus USD 120, Defisit APBN 2026 Masih Aman
Fatih Tarusbawa - 14 Maret 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta– Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengguncang pasar energi global. Harga minyak sempat melonjak tajam hingga mendekati USD 120 per barel pada Senin, 9 Maret 2026, memicu kekhawatiran terhadap ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 70 per barel. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan ruang fiskal karena setiap kenaikan USD 1 per barel menambah belanja negara sekitar Rp 10,3 triliun, namun juga meningkatkan penerimaan dari pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas sebesar Rp 3,5 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran bertambah sekitar Rp 6,8 triliun per USD 1 kenaikan harga minyak.
Belajar dari pengalaman Rusia-Ukraina (2022), harga minyak sempat menyentuh USD 119 per barel dan membutuhkan enam bulan untuk kembali ke level sebelum perang. Berdasarkan perhitungan itu, Next Indonesia Center memperkirakan rata-rata harga minyak enam bulan ke depan naik 21,66 persen atau sekitar USD 85,2 per barel. Dengan harga tersebut, defisit APBN diprediksi bertambah menjadi Rp740,7 triliun, naik dari Rp689,2 triliun sebelumnya, namun masih di bawah batas maksimal defisit 3 persen PDB sesuai UU No. 17 Tahun 2003.
“Dengan pengandaian tidak ada perubahan pada faktor lain, ruang fiskal APBN masih aman dan defisit tetap di bawah 3 persen PDB jika kenaikan harga minyak rata-rata enam bulan tidak lebih dari 35 persen,” kata Directur Eksekutif Next Indonesia Center, Christiantoko, dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Untuk menjaga ketahanan APBN, Next Indonesia Center menyarankan pemerintah melakukan efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L), khususnya pada pos yang tidak langsung berkaitan dengan pelayanan publik, seperti perjalanan dinas, rapat, pengadaan barang, dan administrasi.
Selain itu, efisiensi subsidi energi dinilai sangat penting. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025** menunjukkan subsidi energi masih salah sasaran: kelompok kaya menerima manfaat lebih besar daripada masyarakat miskin. Potensi subsidi Elpiji yang salah sasaran mencapai Rp44,8 triliun, dan subsidi BBM sekitar Rp88,7 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp133,5 triliun.
“Efisiensi belanja dan perbaikan subsidi energi menjadi kunci agar APBN tetap stabil meski harga minyak global melonjak,” tutup Christiantoko.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Tembus USD 120, Defisit APBN 2026 Masih Aman
Ekbis 15 jam lalu
Pemudik Capai 144 Juta Orang, Perputaran Uang Mudik Lebaran Tembus Rp190 Triliun
Ekbis 1 hari lalu
Jasa Marga Berikan Diskon Tarif Tol 30 Persen Selama Empat Hari pada Lebaran 2026
Ekbis 2 hari lalu
Mentan Andi Amran: Impor Pakan Jagung Kini Nol Persen Berkat Lonjakan Produksi Nasional
Ekbis 2 hari lalu
Menkeu Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi RI dari Konflik AS–Israel dan Iran
Ekbis 3 hari lalu
Terkini
Lenovo Tab Plus Gen 2 Bocor di Internet, Hadir dengan Desain Speaker Unik dan Dukungan JBL
Tekno 7 menit lalu
Leica Leitzphone Powered by Xiaomi, Membawa Filosofi Fotografi Klasik ke Era Mobile
Lifestyle 1 jam lalu
Polemik Lele Marinasi Mentah dalam Program MBG, Dosen UNAIR Soroti Keamanan Pangan
Ilmu 2 jam lalu
Tekan Konsumsi BBM, Presiden Prabowo Minta Jajarannya Kaji Skenario WFH dan Pengurangan Hari Kerja
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Sumanto Dorong Pelaku UMKM Jateng Manfaatkan Momentum Ramadan dan Idulfitri
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Aturan Pembatasan Akun Medsos Anak, Pakar UNAIR Soroti Risiko Konten Digital
Ilmu 3 jam lalu
Ketua DPRD Jateng Dorong Pengembangan Hortikultura untuk Kesejahteraan Petani
Ragam Nusantara 4 jam lalu
sinopsis The Magic Faraway Tree, Petualangan Fantasi Keluarga
Sinema 4 jam lalu
Gelombang Kedua Pemulangan 34 WNI dari Iran Siap Dilakukan Kemlu
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Jalur Pemalang-Purbalingga-Banyumas Siap Dilewati Pemudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Polda Jateng Imbau Pengusaha Angkutan Patuhi Pembatasan Kendaraan Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 5 jam lalu