RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Pengamat Dorong Pemerintah Waspadai Inflasi Pangan Jelang Imlek dan Ramadhan

Nyalausantara, jakarta- Pengamat ekonomi menilai pemerintah perlu memperkuat langkah antisipasi terhadap inflasi pangan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadhan. Hal ini menyusul potensi kenaikan harga, terutama dari komoditas hortikultura, serta peningkatan permintaan konsumsi masyarakat pada awal tahun 2026.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyampaikan bahwa meskipun inflasi umum masih berada di bawah angka 3 persen, indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Menurutnya, inflasi pangan menjadi faktor yang paling berdampak terhadap daya beli.

Ia menjelaskan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi pangan secara tahunan hingga November 2025 mencapai 5,48 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok komoditas lainnya. Sementara itu, inflasi bulanan tercatat relatif rendah di kisaran 0,3 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan struktural pada harga pangan meski fluktuasi jangka pendek terlihat terkendali.

Faisal menambahkan, sepanjang 2025 komoditas non-beras, khususnya hortikultura seperti cabai dan bawang, menjadi kontributor utama inflasi pangan. Sebaliknya, harga beras cenderung stabil karena produksi domestik yang dinilai memadai serta impor yang sangat terbatas.

Ia juga mengingatkan bahwa harga cabai dan bawang biasanya mengalami kenaikan menjelang Ramadhan dan Lebaran. Oleh karena itu, potensi penurunan inflasi pada Januari hingga Februari 2026 diperkirakan tidak sebesar pola musiman pada tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai inflasi saat ini masih berada dalam kondisi terkendali. Namun, ia menegaskan tetap ada sejumlah risiko ke depan yang perlu diantisipasi pemerintah dalam beberapa bulan mendatang agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini