Noviardi Ferzi: Beban Bunga Utang Ancam Ruang Belanja Produktif APBN 2026
Fatih Tarusbawa - 09 Februari 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta-- Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menilai lonjakan beban bunga dan cicilan utang pada APBN 2026 menjadi sinyal peringatan serius bagi ketahanan fiskal Indonesia. Ia menyebut, meningkatnya kewajiban pembayaran utang berpotensi memangkas ruang belanja produktif pemerintah.
Merujuk laporan International Debt Report 2025 Bank Dunia, Noviardi menjelaskan bahwa total utang negara berkembang telah mencapai US$8,9 triliun pada 2024, dengan pembayaran bunga global menembus rekor US$415,4 miliar. Tekanan ini ikut dirasakan Indonesia.
“Pada 2026 pemerintah kembali menerbitkan utang baru sekitar Rp833 triliun, sementara beban pembayaran pokok dan bunga mendekati Rp600 triliun. Ini melonjak tajam dibanding 2020 yang masih sekitar Rp338 triliun. Artinya, hampir seperempat belanja negara terserap hanya untuk kewajiban utang,” kata Noviardi, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menambahkan, hingga akhir 2025 total utang nasional (pemerintah, Bank Indonesia, dan swasta) telah mencapai sekitar Rp9.138 triliun, dengan utang luar negeri pemerintah berada di kisaran US$210 miliar atau setara Rp3.300–3.400 triliun.
Menurut Noviardi, meskipun rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dijaga di bawah 40 persen, indikator debt service ratio kini berada di level 39,9 persen, mendekati batas kewaspadaan fiskal.
“Secara regulasi memang masih aman, tapi secara substansi APBN sudah masuk fase lampu kuning. Jika tren ini berlanjut, belanja strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan UMKM bisa semakin terdesak,” tegasnya.
Noviardi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang memperbesar porsi pembiayaan dalam negeri melalui Surat Berharga Negara (SBN) serta memperluas investor ritel lewat ORI, SBR, dan sukuk. Namun, menurutnya pendekatan tersebut perlu dibarengi terobosan pembiayaan non-utang.
Selain itu ia mendorong percepatan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), optimalisasi sovereign wealth fund Danantara, pemanfaatan dana sosial keagamaan seperti zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan bursa karbon sebagai sumber devisa baru.
“Indonesia punya kekuatan pasar domestik dan kekayaan alam yang besar. Kalau dikelola serius, kita bisa mengurangi ketergantungan pada utang dan memperluas ruang fiskal,” ujarnya.
Terakhir ia juga menekankan pentingnya reformasi penerimaan negara, terutama pajak, agar struktur APBN lebih sehat dan berkelanjutan.
“Utang masih diperlukan, tapi harus semakin selektif dan benar-benar produktif. Target besarnya adalah kemandirian fiskal, supaya APBN tidak terus terbebani warisan utang masa lalu, melainkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 13 jam lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 14 jam lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 22 jam lalu
Kementan Dorong Percepatan B50 dan E20 untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Ekbis 22 jam lalu
Menaker Dorong Balai K3 Lebih Proaktif Tekan Angka Kecelakaan Kerja
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Kemenkum Jateng Siap Berbenah Menuju WBBM
Ragam Nusantara 3 menit lalu
Kapolrestabes Semarang Resmi Berganti, dari Syahduddi kepada Heri Wahyudi
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Dorong Hilirisasi Riset di Tengah Transformasi Hukum Pidana, Kemenkum Jateng - UIN Salatiga Gelar Seminar Nasional
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Mobil China Makin Dominan, Penjualan Melonjak 79 Persen di Indonesia
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Kadin Berkolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SINOPSIS Gohan: Heart of Home, Kisah Haru tentang Kesetiaan dan Arti Kehadiran
Sinema 9 jam lalu
SINOPSIS Ip Man: Kung Fu Legend, Aksi Legendaris Penuh Konflik dan Perjuangan di Hong Kong
Sinema 10 jam lalu
Besok Siang Karnaval Paskah 2026 di Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara
Ragam Nusantara 11 jam lalu
SINOPSIS Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Drama Keluarga Penuh Emosi Tayang Mei 2026
Sinema 12 jam lalu
Kemenkum Jateng Teken Perjanjian Kerjasama dengan 4 Perguruan Tinggi
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Brebes Siap Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Ragam Nusantara 12 jam lalu