KIT Batang Dorong Peningkatan PAD Kabupaten Batang
Red - 03 Agustus 2024 - EkbisNYALANUSANTARA, Batang – Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang kini menjadi salah satu sumber potensial pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Batang.
Kepala Bidang Penagihan, Evaluasi, dan Pelaporan PAD Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang, Anisah, menyatakan bahwa pemerintah telah mulai menarik Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dari kawasan tersebut sejak tahun lalu.
"Tahun lalu, PBB P2 KIT Batang mulai ditarik. Sebelumnya, kawasan ini masih dalam kategori PBB P3 yang dikelola oleh pemerintah pusat karena masih merupakan kawasan perkebunan/HGU dan dalam proses HPL waktu itu. Tahun ini, pendapatan dari PBB P2 diharapkan meningkat seiring dengan bertambahnya bangunan di kawasan tersebut. Tahun lalu, PBB P2 dari kawasan industri Batang mencapai Rp4-5 miliar, meskipun belum maksimal karena sebagian besar tanahnya masih berstatus HGU," kata Anisah, Jumat (2/8/2024).
Selain PBB, terdapat juga potensi tambahan PAD dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik, PBJT atas makanan dan minuman dari katering, pajak air tanah, dan pajak reklame.
"Retribusi juga menjadi salah satu sumber pendapatan yang berpotensi besar, termasuk retribusi persetujuan bangunan gedung (sebelumnya dikenal dengan IMB) dan retribusi penggunaan tenaga kerja asing (PTKA) yang perpanjangan," jelasnya.
Namun, Anisah melanjutkan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tidak menjadi potensi PAD di KIT Batang. KITB merupakan proyek strategis nasional (PSN), sehingga sesuai Perpres 109 tahun 2020, tarifnya ditetapkan 0% atau pembebasan pajaknya.
"Saat ini, realisasi PAD Pemkab Batang telah mencapai Rp79,838 miliar atau sekitar 58,6 persen dari target Rp136,775 miliar. Beberapa faktor mempengaruhi capaian tersebut," terangnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Kemendag Dorong Daya Beli Lewat Program Diskon Ramadhan dan Lebaran 2026
Ekbis 13 jam lalu
Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Percepat Mandatori Bioetanol dan B50
Ekbis 1 hari lalu
BPJPH Perkuat Ekosistem Halal di Wilayah Perbatasan
Ekbis 1 hari lalu
SMEXPO Ramadan 2026 Dorong Peningkatan Penjualan UMKM Binaan Pertamina Hingga Dua Lipat
Ekbis 1 hari lalu
DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 34 menit lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Operasi SAR Ditutup, Dua Penambang Pasir Gunung Merapi di Magelang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 2 jam lalu
KBRI Beijing Gelar Buka Puasa Bersama di Changsha, Perkuat Pertukaran Masyarakat Indonesia–China
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Pastikan Operasional Angleb 2026 Berjalan Maksimal, Direksi KAI Services Cek Kesiapan Operasional
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Cegah Pelanggaran Kekayaan Intelektual, Kemenkum Jateng Ajak Sinergi Lintas Sektor
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 5 jam lalu
Lapas Semarang Berikan Bansos dan Ajak Buka Bersama Keluarga Napi
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Safari Ramadan Kemenkum Jateng: Perkuat Kebersamaan, Tingkatkan Keimanan
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kemenkum Jateng Gelar RAT Koperasi Tahun Buku 2025, Evaluasi Kinerja dan Susun Program Kerja 2026
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Realme Note 80 Resmi Meluncur di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo 6.300 mAh
Tekno 9 jam lalu