RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Usai Panen Raya, Kementan Siapkan Strategi Tekan Harga Beras Tanpa Rugikan Petani

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah menyiapkan strategi khusus untuk mencegah lonjakan harga beras pasca panen raya. Salah satu langkah utama adalah menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara selektif.

“SPHP akan kita arahkan ke daerah-daerah dengan harga beras yang tinggi, seperti Papua Pegunungan dan Nias,” ujar Amran kepada wartawan di kantornya, Rabu (28/5).

Ia menekankan bahwa kebijakan ini diambil agar intervensi pemerintah tidak justru menekan harga di tingkat petani. Karena itu, SPHP tidak akan digelontorkan ke wilayah yang harga berasnya masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Kalau dikirim ke wilayah yang harga berasnya masih rendah, itu justru memperburuk kondisi petani. Kita tidak mau itu terjadi,” tegasnya.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium ditetapkan sebesar Rp 12.500 per kg untuk Zona 1, Rp 13.100 di Zona 2, dan Rp 13.500 di Zona 3. Sedangkan HET nasional beras premium berada di angka Rp 14.900 per kg. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional, harga rata-rata beras di tingkat eceran kini mencapai Rp 13.805 per kg.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini