Ancaman AI terhadap Stabilitas Ketenagakerjaan, Begini Kata Pakar UNAIR
Red - 22 April 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya - Sebuah laporan dari Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengguncang dunia ketenagakerjaan dengan menyatakan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu ketimpangan ekonomi dan mengakibatkan hilangnya hingga 40 persen pekerjaan global.
Bagaimana implikasi dari temuan ini terhadap stabilitas ketenagakerjaan, khususnya di Indonesia?
Menyikapi hal ini, Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga, Profesor Dr. Sri Herianingrum SE MSc, menyampaikan pandangannya.
Menurutnya, AI berpotensi mengancam pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah, dengan banyaknya pekerjaan yang bisa digantikan oleh otomatisasi teknologi seperti robot.
"Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah, terutama yang dapat diotomatisasi oleh robot, berisiko tergantikan. Ini termasuk pekerjaan di sektor jasa, terutama yang melibatkan tugas-tugas rutin dan repetitif," ungkap Prof. Sri.
Penggunaan AI dalam sektor perbankan, misalnya, dapat mengarah pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk tugas administratif dan layanan pelanggan.
Hal ini berpotensi menimbulkan peningkatan produktivitas secara keseluruhan, namun juga berdampak pada struktur pasar dengan lebih mengandalkan modal dan teknologi.
"Meskipun AI dapat meningkatkan produktivitas, hal ini juga dapat memperbesar kesenjangan antara perusahaan besar dan kecil serta meningkatkan kesulitan bagi pekerja dengan keterampilan rendah untuk mendapatkan pekerjaan," jelasnya.
Menghadapi tantangan ini, Prof. Sri menekankan perlunya respon yang responsif dari pemerintah. Langkah-langkah pengawasan dan regulasi terhadap penggunaan AI menjadi krusial.
Lebih lanjut, pemerintah juga diharapkan memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada tenaga kerja untuk menghadapi perubahan dalam pasar kerja yang dipicu oleh kemajuan teknologi.
"Pemerintah perlu memperhatikan tantangan pasar yang timbul akibat adopsi AI dan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatur serta mengawasi penggunaannya. Pelatihan dan pengembangan keterampilan juga perlu diberikan kepada tenaga kerja untuk mempersiapkan mereka menghadapi perubahan dalam pasar kerja," tegasnya.
Dalam era di mana AI semakin merambah ke berbagai sektor kehidupan, upaya untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja menjadi semakin penting.
Apakah langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mampu memitigasi ancaman yang dihadapi oleh stabilitas ketenagakerjaan, hanya waktu yang akan menjawab.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
1.262 Mahasiswa UPGRIS Siap Mengabdi untuk Mengikuti Program Magang Kependidikan
Ilmu 2 jam lalu
Fakultas Hukum Unwahas Semarang Jalin Kerjasama dengan BTU Thailand
Ilmu 18 jam lalu
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 1 hari lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 1 hari lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Lapas Semarang Resmikan Santri Teladan dan Hadroh Albadas
Ragam Nusantara 33 menit lalu
By U Sukses Gelar KOREA RAJA Vol 2
Ragam Nusantara 1 jam lalu
1.262 Mahasiswa UPGRIS Siap Mengabdi untuk Mengikuti Program Magang Kependidikan
Ilmu 2 jam lalu
Pleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga Terus Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Sangkanayu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Polres Purbalingga Kerahkan Seluruh Mobil Dinas Polsek untuk Salurkan Air Bersih ke Lokasi Bencana
Ragam Nusantara 4 jam lalu
DPRD Kota Semarang Soroti Penghuni yang Gunakan Rusunawa hingga Turun Temurun
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kunjungi Pusat UMKM Dukungwaringin, Nawal Yasin Borong Kopi Khas Muria Kudus
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Fantagio Buka Suara soal Dugaan Penggelapan Pajak Cha Eun Woo, Minta Publik Hentikan Spekulasi
Lifestyle 10 jam lalu
REVIEW YOUNG MOTHERS, Kelembutan sebagai Perlawanan: Kembalinya Dardenne Bersaudara ke Puncak Realisme Sosial
Sinema 10 jam lalu
Xiaomi Luncurkan Tiga Produk AIoT Terbaru untuk Dukung Rumah Pintar Modern
Lifestyle 11 jam lalu
Tinjau Peternakan Ayam di Kudus, Nawal Yasin Dukung Program Penguatan Ketahanan Pangan
Ragam Nusantara 11 jam lalu