Pakar Politik UNAIR: Pemecahan Kementerian di Kabinet Merah Putih Upaya Stabilitas Koalisi, Namun Bebani Anggaran
Red - 25 Oktober 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya – Presiden Prabowo Subianto resmi memperkenalkan Kabinet Merah Putih dengan struktur yang lebih besar, mencakup 48 kementerian dan 56 wakil menteri, dalam pengumuman di Istana Negara pada 21 Oktober lalu.
Langkah ini menuai tanggapan dari berbagai pakar politik, termasuk Ali Sahab, dosen politik dari Universitas Airlangga (UNAIR), yang menilai pemecahan kementerian ini sebagai strategi merangkul koalisi besar namun juga mengundang risiko anggaran dan potensi tumpang tindih wewenang.
Ali Sahab menjelaskan bahwa perombakan ini mungkin bertujuan menjaga stabilitas politik dan memastikan representasi bagi kelompok-kelompok politik yang mendukung Prabowo.
"Ini adalah langkah merangkul berbagai pihak dalam koalisi, yang dampak positifnya akan meningkatkan stabilitas politik. Namun, dampak negatifnya bisa berupa pembengkakan anggaran dan kemungkinan konflik internal," ujar Ali Sahab.
Kabinet Merah Putih menjadi kabinet terbesar sejak era Orde Baru, dengan Kemenristekdikti yang kini terbagi dalam tiga kementerian baru.
Hal ini, menurut Ali Sahab, memperlihatkan upaya pemerintah untuk mengakomodasi partai-partai koalisi.
"Saya melihat bahwa kabinet ini terkesan 'gemuk', misalnya Kemenristekdikti yang dipisah-pisah untuk memberi ruang bagi representasi partai koalisi," jelasnya.
Perubahan struktur ini dimungkinkan berkat revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 yang sebelumnya membatasi jumlah kementerian.
Dengan penghapusan batas tersebut pada September lalu, presiden kini memiliki kebebasan penuh untuk menambah kementerian sesuai prioritas politik atau ekonomi.
Potensi Beban Anggaran dan Tumpang Tindih Kewenangan
Ali Sahab menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam kondisi keuangan negara yang semakin menantang.
"APBN kita semakin berat, maka penghematan perlu diprioritaskan," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa jumlah kementerian yang bertambah bisa mengakibatkan kewenangan yang tumpang tindih.
"Beberapa kementerian terlihat memiliki kewenangan yang tidak jelas batasannya, sehingga bisa mengurangi efektivitas kerja mereka," ungkapnya.
Prabowo dan Ruang bagi Koalisi, Tantangan dalam Demokrasi
Secara politik, Ali Sahab melihat langkah Prabowo ini sebagai bentuk kompromi untuk memperkuat persatuan koalisi.
"Dengan adanya pemecahan kementerian, Prabowo tampaknya ingin mengakomodasi seluruh kelompok dalam pembangunan bangsa," tambahnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi, perlu ada kontrol agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada rakyat.
Pemecahan kementerian dan peningkatan jumlah posisi wakil menteri menjadi langkah yang dinilai berani, tetapi efektivitas pemerintahan akan sangat tergantung pada kinerja para menteri dalam melayani kepentingan publik.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 7 jam lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 14 jam lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 23 jam lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 3 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 4 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 5 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 6 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 6 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 7 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 10 jam lalu