Capres Harus Menyatakan Secara Eksplisit Penegakan Hukum
Intan Fitria - 05 Januari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Jakarta- Pendekatan- pendekatan untuk inisiatif anti korupsi harus dinyatakan secara eksplisit dalam bidang Hukum dan Penegakan Hukum, dengan kontrol internal yang kuat dan mekanisme akuntabilitas untuk menjaga indepensi dan integritas lembaga.
Demikian disampaikan Dr. Dra. Prima Naomi, MT. dalam acara Paramadina Democracy Forum (PDF) bertajuk "Menggugat Visi Capres tentang Pemberantasan Korupsi di Tengah KPK Limbung" Kamis (4/1/2024). Acara yang diselenggarakan oleh Paramadina Public Policy Institute secara daring itu di moderatori oleh Dr. Fatchiah E. Kertamuda, MSc.
Prima juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dengan aliansi antar lembaga anti korupsi, lembaga negara, warga negara, media massa, masyarakat sipil, dan aktor internasional
"Lembaga antikorupsi dapat menunjukkan keuntungan jangka panjang ketika mereka melaksanakan insisiatif pencegahan korupsi, menghancurkan jaringan koruptor, dan pendidikan masyarakat untuk membentuk norma dan harapan masyarakat," katanya.
Dalam sambutannya Prof. Didik J. Rachbini selaku Rektor Universitas Paramadina mengungkapkan bahwa Indonesia sedang mempunyai masalah dengan lembaga anti korupsi yang paling puncak, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "KPK punya tantangan yang sangat berat setelah Undang-undangnya di amandemen. Masalah pada masa transisi pergantian kekuasaan yang justru akan sangat menentukan. Sebab, jika hukum sedang ada masalah, maka akar masalahnya ada pada kekuasaan dan demokrasi," ucapnya.
"Ketika demokrasinya bermasalah, maka hukumnya pun akan berat. Tentunya hal itu adalah ujian bagi para calon presiden (capres) yang ada. Ketiga capres memang mempunyai visi tentang pemberantasan korupsi tapi berbeda-beda," ujar Didik.
"Capres No 1 (AMIN) berkeinginan akan mengembalikan KPK seperti asalnya. Capres No 2 dan No 3 juga kelihatannya komit terhadap agenda pemberantasan korupsi. Kalau pemerintahan sekarang, mengklaim mereka juga komit terhadap pemberantasan korupsi, tapi kenyataan berbicara sebaliknya," jelasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 12 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 13 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 2 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Ranbir Kapoor Pastikan Animal Park Baru Mulai Syuting pada 2027
Lifestyle 6 menit lalu
Lapas Semarang Dorong Napi Produksi Kopi Sachet
Ragam Nusantara 57 menit lalu
Viral Diserang RPG dan Senapan, Land Cruiser Wali Kota di Filipina Tetap Utuh
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Dari Konten Parodi ke Bisnis Global, Khaby Lame Raih Kesepakatan Rp15,1 Triliun
Lifestyle 2 jam lalu
Persijap Jepara Banyak Datangkan Pemain Berpengalaman dari ISL
Sport 3 jam lalu
Diplomasi Prabowo Dari Menhan Hingga Presiden, Tetap Konsistensi Membela Kedaulatan Palestina
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Pemkot Semarang Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Jalan
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Kemenkum Jateng Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Posbankum
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Intim dan Khidmat, Ini Potret Bridesmaid & Groomsmen di Pernikahan Ranty Maria–Rayn Wijaya di Bali
Lifestyle 6 jam lalu
DWP Kemenkum Jateng Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Rumah Anak Surga
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Menanti Momen Sempurna, Ranty Maria dan Rayn Wijaya Resmi Menikah di Tanggal Penuh Maknan
Lifestyle 7 jam lalu