RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Isi FGD di Cilacap, GKR Hemas Ingatkan Perempuan Harus Jadi Subjek Pembangunan, Bukan Sekadar Pelengkap

NYALANUSANTARA, Cilacap– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai subjek sekaligus penggerak utama pembangunan daerah. Pesan itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) “Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Kabupaten Cilacap Tahun 2025” yang digelar di Aston Inn Cilacap, Rabu (12/11/2025).

FGD ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas perempuan Cilacap di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kepemimpinan hingga teknologi. Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, dalam laporannya menyebut kegiatan ini dirancang agar perempuan mampu bersaing dan terlibat aktif dalam proses pembangunan.

“Tujuannya agar perempuan mampu berkontribusi secara aktif dalam pembangunan, mendorong partisipasi, meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan, membangun rasa percaya diri, hingga mengurangi kesenjangan gender melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ammy.

Ia menyebut, FGD diikuti 134 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain anggota legislatif perempuan, anggota partai politik perempuan, kader RBI, serta perwakilan organisasi wanita yang aktif di Cilacap. Beragam narasumber yang telah lama berkecimpung dalam isu perempuan turut dihadirkan.

“Dengan peserta dari berbagai unsur dan narasumber yang kompeten, kami berharap lahir rekomendasi, solusi, serta inovasi yang tepat untuk peningkatan kapasitas perempuan di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.

Dalam keynote speech-nya, GKR Hemas mengajak perempuan di Cilacap keluar dari stigma lama dan berani tampil sebagai motor penggerak perubahan.

“Perempuan tidak boleh lagi hanya menjadi objek pembangunan atau pelengkap semata. Perempuan harus menjadi subjek perubahan yang aktif merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program pembangunan di daerahnya,” tegas GKR Hemas.

Menurutnya, keikutsertaan perempuan di ruang pengambilan keputusan—baik di ranah politik, ekonomi, maupun sosial—merupakan salah satu indikator nyata demokrasi yang berkeadilan.

“Saya mengajak seluruh perempuan di Cilacap untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian di berbagai bidang. Manfaatkan teknologi, tingkatkan keterampilan ekonomi, dan kuasai ilmu pengetahuan agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Cilacap,” tambahnya.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang turut hadir membuka acara, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan DPD RI. Ia mengakui masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi potensi perempuan, mulai dari budaya patriarki hingga keterbatasan akses.

“Partisipasi penuh perempuan dalam berbagai sektor pembangunan merupakan cerminan demokrasi yang sesungguhnya. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM perempuan agar lebih mandiri, berdaya saing, dan berdaya guna,” ujar Syamsul.

Ia berharap rumusan hasil diskusi dapat menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pemberdayaan perempuan di Cilacap, sejalan dengan visi yang disuarakan GKR Hemas.

“Semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap langkah kita dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan, demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.

Acara ini juga dihadiri Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTB; Komisioner Bawaslu RI; Staf Khusus Menteri Bidang Perempuan dan Politik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin; Plt. Sekretaris Dinas PP, PA Dalduk KB Provinsi Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Jawa Tengah; Forkopimda; Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap; serta tamu undangan lainnya.

Sebagai penguat substansi, FGD turut menghadirkan narasumber: Dosen Universitas Bhayangkara Ida Budhiati; Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi, Mikewati Vera Tangka; aktivis perempuan Masruchah; konsultan isu perempuan dalam politik, Rondang Delima Saragih; serta professional trainer dan fasilitator, Agus Hadi Narowi.
 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini