Gubernur Luthfi Minta BNNP Perkuat Pencegahan Narkoba di Wilayah Jateng
Intan Fitria - 26 Februari 2026 - RegionalNYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba di daerah tersebut. Permintaan ini disampaikan saat audiensi dengan Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, di ruang kerja Gubernur pada Kamis, 26 Februari 2026.
Luthfi menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan masif, tidak hanya sekadar acara seremonial. Ia mengusulkan agar program-program seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh diperkuat dengan melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan di tingkat desa dan kelurahan. "Penting untuk kembali mengekspose kampung bersinar dan tangguh," ujar Luthfi.
Gubernur Jateng juga menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah memberikan dukungan anggaran yang terus meningkat untuk mendukung BNNP Jateng dalam pemberantasan narkoba. Hibah untuk BNNP Jateng tercatat sebesar Rp200 juta pada 2022 dan 2023, yang kemudian naik menjadi Rp750 juta pada 2024, serta Rp1,5 miliar pada 2025 dan 2026.
Luthfi juga meminta agar wilayah Semarang dan Solo dijadikan prioritas perhatian karena dianggap sebagai daerah dengan tingkat kerawanan narkoba yang tinggi. Selain itu, ia juga mendorong BNNP untuk mendata kabupaten/kota yang belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) dan mendesak pembentukannya.
Sementara itu, Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemprov Jateng dalam pemberantasan narkoba. "Kami berharap dukungan ini terus berlanjut, termasuk untuk penguatan fasilitas rehabilitasi rawat inap," ungkap Toton. Saat ini, fasilitas rehabilitasi di rumah sakit masih terbatas, dengan rata-rata hanya tersedia sekitar 10 tempat tidur, yang hanya mampu menampung sekitar 500 orang per tahun untuk rehabilitasi.
Toton menambahkan bahwa saat ini baru ada sembilan kabupaten/kota di Jateng yang memiliki BNNK. Ke depan, BNNP Jateng membuka opsi penguatan berbasis zonasi untuk memaksimalkan pencegahan narkoba di wilayah tersebut.
Audiensi ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi narkoba sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Seorang Anak di Getasan Semarang Meninggal usai Kendarai Motor Tanpa Lampu hingga Tabrak Pohon
Ragam Nusantara 29 menit lalu
Polrestabes Semarang Bagikan Takjil Buka Puasa kepada Para Demonstran di Polda Jateng
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Gelar Bakti Sosial Ramadhan di Panti Asuhan Salsabil
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Pemkot Semarang Bantu Rehab Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
Ragam Nusantara 14 jam lalu
Kota Semarang Dipimpin Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar dan Ijazah Tertahan Akhirnya Kembali ke Pemiliknya
Ragam Nusantara 15 jam lalu
Terkini
Seorang Anak di Getasan Semarang Meninggal usai Kendarai Motor Tanpa Lampu hingga Tabrak Pohon
Ragam Nusantara 29 menit lalu
Polrestabes Semarang Bagikan Takjil Buka Puasa kepada Para Demonstran di Polda Jateng
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Review Panda Plan: The Magical Tribe: Petualangan Hangat Penuh Warna dari Jackie Chan
Sinema 10 jam lalu
Review Iron Lung: Ambisi Besar Markiplier yang Terjebak di Ruang Sempit
Sinema 11 jam lalu
Sidang Dugaan Suap Rp 300 Juta di Kasus Narkoba Ammar Zoni Kembali Disorot
Lifestyle 11 jam lalu
Bhooth Bangla Tandai Reuni Akshay Kumar dan Priyadarshan Setelah 16 Tahun
Lifestyle 12 jam lalu
Arijit Singh Jelaskan Alasan Lagu Baru Tetap Dirilis Meski Umumkan Pensiun
Lifestyle 13 jam lalu
Kemenkum Jateng Gelar Bakti Sosial Ramadhan di Panti Asuhan Salsabil
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Samsung Galaxy S26 Ultra vs iPhone 17 Pro Max: Duel Flagship Premium
Tekno 14 jam lalu
Samsung Galaxy S26 vs iPhone 17: Duel Flagship 2026 di India
Tekno 14 jam lalu
Pemkot Semarang Bantu Rehab Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
Ragam Nusantara 14 jam lalu