ULASAN Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya?: Drama Keluarga yang Menyentuh Luka Tak Terucap
PANJI PRATAMA PUTRA - 14 April 2026 - SinemaFilm Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya? hadir sebagai drama keluarga yang sarat emosi dan refleksi mendalam tentang hubungan orang tua dan anak. Disutradarai oleh Kuntz Agus dan diadaptasi dari novel karya Khoirul Trian, film ini resmi tayang sejak 9 April 2026 dan langsung menarik perhatian karena tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kisahnya berpusat pada Dira, yang diperankan oleh Mawar De Jongh, seorang anak sulung yang tumbuh bersama adiknya Darin (Rey Bong) dalam keluarga sederhana. Dari luar, kehidupan mereka tampak hangat dengan latar warung “Soto Bu Lia”. Namun di balik itu, tersimpan konflik yang tak pernah terselesaikan. Sosok ayah, Yudi (Dwi Sasono), hadir secara fisik tetapi terasa jauh secara emosional, sementara ibu mereka, Lia (Unique Priscilla), menjadi penopang keluarga di tengah tekanan ekonomi dan luka batin.
Cerita mencapai titik balik ketika insiden ledakan kompor membuat sang ibu terluka parah. Peristiwa ini memaksa Dira menghadapi kenyataan pahit sekaligus mengambil tanggung jawab besar dalam keluarga.
Salah satu kekuatan utama film ini adalah penggambaran fenomena “father hunger”—kerinduan akan sosok ayah yang sebenarnya ada, tetapi tidak benar-benar hadir. Karakter Yudi tidak ditampilkan sebagai sosok antagonis, melainkan figur yang kehilangan arah dalam perannya sebagai kepala keluarga. Film ini menunjukkan bahwa kehilangan tidak selalu berarti perpisahan fisik, tetapi juga bisa berupa hilangnya makna kehadiran.
Lebih jauh, film ini juga menyoroti trauma antargenerasi dan kegagalan komunikasi dalam keluarga. Konflik yang muncul terasa nyata karena tidak hanya berkutat pada masalah ekonomi, tetapi juga emosi yang lama terpendam. Pendekatan visual yang sederhana—dengan banyak adegan sunyi dan tatapan kosong—justru memperkuat nuansa emosional yang dalam.
Dari segi akting, performa para pemain terasa solid dan meyakinkan. Mawar De Jongh tampil kuat dalam mengekspresikan emosi yang tertahan, sementara Dwi Sasono berhasil menghadirkan karakter ayah yang kompleks dan manusiawi. Unique Priscilla juga menjadi pusat emosi yang hangat sekaligus rapuh, memperkuat dinamika keluarga yang terasa sangat dekat dengan realitas.
Sebagai drama keluarga, film ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan bagi banyak orang. Dengan akhir yang tidak sepenuhnya bahagia, film ini menyampaikan pesan jujur bahwa keluarga bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga komunikasi yang terus dijaga.
Bagi penonton yang menyukai cerita realistis dengan emosi mendalam, film ini menjadi tontonan yang layak untuk disaksikan dan direnungkan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 7 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 8 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 9 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 10 jam lalu
ULASAN Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya?: Drama Keluarga yang Menyentuh Luka Tak Terucap
Sinema 11 jam lalu
Terkini
Honor 600 Series Siap Rilis Global: Kamera 200MP dan Baterai Besar Jadi Andalan
Tekno 3 jam lalu
Bocoran Vivo X Fold 6: Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP Siap Gebrak Pasar Foldable
Tekno 5 jam lalu
Vivo T5 Pro 5G Siap Meluncur: Baterai Jumbo 9.020mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Tekno 6 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 7 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 8 jam lalu
512 Pramuka Siaga Ikuti LKS 2026 Kwarran Mijen di SDN Karangmalang
Ilmu 8 jam lalu
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 9 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 9 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 10 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 10 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 11 jam lalu