Sinopsis Sampai Jumpa, Selamat Tinggal
Karso Aji - 07 Juni 2025 - SinemaDalam lanskap sinema Indonesia yang kian berwarna, film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal hadir sebagai drama emosional yang menyoroti tema kehilangan, pencarian, dan luka batin. Karya ini disutradarai oleh Adriyanto Dewo dan dibintangi oleh Putri Marino, Jerome Kurnia, serta Jourdy Pranata. Film ini membuka Jakarta Film Week 2024 dan mendapat respons positif dari publik maupun kritikus.
Kisah Pencarian di Negeri Asing
Cerita berpusat pada Wyn (Putri Marino) yang pergi ke Korea Selatan demi mencari Dani (Jourdy Pranata), kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di sana, ia bertemu Rey (Jerome Kurnia), seorang TKI ilegal yang membantu pencariannya. Namun, ketika Dani kembali ditemukan, ia justru menghilang lagi, meninggalkan pertanyaan dan luka yang belum sembuh. Rey pun dihadapkan pada dilema: terus membantu atau fokus pada hidupnya sendiri.
Film ini mengangkat lebih dari sekadar romansa—ia juga menyentuh isu sosial seperti imigrasi ilegal, kesepian di luar negeri, dan ghosting sebagai bentuk keterasingan emosional dalam hubungan masa kini.
Akting dan Visual yang Menyentuh
Putri Marino tampil memikat sebagai Wyn, memperlihatkan kekuatan dan kerapuhan dengan seimbang. Jerome Kurnia berhasil mencuri perhatian lewat karakter Rey yang kompleks dan manusiawi. Chemistry keduanya terasa tulus dan tidak dipaksakan. Jourdy Pranata pun berhasil meninggalkan kesan meski tampil dalam porsi terbatas.
Sinematografi film ini memilih menampilkan sisi kelam Korea Selatan, berbeda dari gambaran umum yang cerah dan romantis. Gaya visual yang murung dan reflektif mendukung atmosfer cerita yang penuh kekosongan emosional.
Catatan Kritis
Meski kuat dalam nuansa dan akting, motivasi karakter Dani terasa kurang tergali. Latar belakang hubungannya dengan Wyn pun belum cukup membangun empati mendalam, membuat keterikatan emosional penonton terasa setengah hati.
Kesimpulan
Sampai Jumpa, Selamat Tinggal adalah drama yang layak disimak, khususnya bagi mereka yang pernah merasakan keheningan menyakitkan dalam hubungan. Dengan pendekatan visual yang elegan dan akting solid, film ini menawarkan pengalaman menonton yang reflektif dan penuh makna. Tayang mulai 5 Juni, apakah kamu siap menghadapinya?
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
ULASAN Border 2: Sekuel Sarat Nostalgia tentang Keberanian, Persaudaraan, dan Pengorbanan
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Sengkolo: Petaka Satu Suro – Horor Jawa yang Lebih Gelap, Emosional, dan Brutal
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Primate: Horor Ringkas dengan Teror Sederhana yang Efektif
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Mercy (2029): Ketika Manusia Diadili AI dalam Hitungan Waktu
Sinema 1 hari lalu
ULASAN Mark: Aksi Kichcha Sudeepa dalam Thriller Penuh Ketegangan
Sinema 1 hari lalu
Terkini
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 18 menit lalu
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 37 menit lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 53 menit lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kaltim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN
Ekbis 1 jam lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 2 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Sengketa Batas Tanah Berujung Carok Maut di Jember, Satu Warga Tewas
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Cegah Kecelakaan Berulang, Satpol PP Kota Semarang Perbaiki Jalan Berlubang di Sompok
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Masuk Semarang Tanpa Dokumen Kesehatan, 120 Ton Bawang Bombay Ilegal Dimusnahkan Polisi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Antisipasi Resiko Banjir: Warga Kerja Bhakti Bersih-bersih Kali Banger, Pemkot Semarang Turunkan Alat Berat
Ragam Nusantara 6 jam lalu