Upaya PT Timah Menggenjot Pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ)

Upaya PT Timah Menggenjot Pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ)

NYALANUSANTARA, TANGGERANG- PT Timah Tbk (TINS) menanggapi arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE). Arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas pada 19 Agustus lalu. Presiden Prabowo menekankan pentingnya Indonesia fokus pada pengolahan LTJ, yang ditemukan dalam mineral ikutan timah, yaitu monasit.

Menurut Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, monasit mengandung 15 unsur LTJ, dengan dominan Cerium, Lantanum, Neodymium, dan Praseodimium. Mineral ini juga mengandung Torium yang berpotensi diolah menjadi sumber energi nuklir.

Sebagai respons, PT Timah sedang melakukan transformasi usaha berbasis riset untuk mengoptimalkan produksi mineral ikutan ini. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan Pilot Plant LTJ di Tanjung Ular, Bangka Barat, yang telah dirintis sejak tahun 2010. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan konsultan ahli untuk mempercepat pengembangan, termasuk dari sisi teknologi dan industri lanjutannya.

Meskipun deposit monasit melimpah, Suhendra mengakui ada kendala teknis, terutama dalam memenuhi spesifikasi pasokan yang dibutuhkan. Masalah utama bukan pada kuantitas, tetapi pada kualitas, seperti kandungan fosfat yang masih di atas batas yang dipersyaratkan. Tantangan ini menjadi salah satu alasan mengapa proyek percontohan ini memakan waktu lama.

Namun demikian, PT Timah melihat LTJ sebagai komoditas strategis. Suhendra mencatat bahwa dominasi Tiongkok dalam produksi LTJ di dunia menunjukkan tingginya permintaan global. Dengan cadangan monasit sekitar 25.700 ton di Bangka Belitung, PT Timah memiliki kesempatan besar untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional dan mendukung visi pemerintah untuk memanfaatkan kekayaan alam demi kemajuan teknologi dan pertahanan nasional.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini