Betavolt Rilis Baterai Nuklir BV100 yang Tahan 50 Tahun, Begini kata Dosen Rekayasa Nanoteknologi UNAIR

Betavolt Rilis Baterai Nuklir BV100 yang Tahan 50 Tahun, Begini kata Dosen Rekayasa Nanoteknologi UNAIR

Tahta Amrillah SSi Msc PhD, Dosen Rekayasa Nanoteknologi dari Universitas Airlangga.

NYALANUSANTARA, Surabaya - Betavolt, sebuah perusahaan teknologi asal China, telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan baterai nuklir terbaru, BV100, yang diklaim dapat bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu pengisian ulang dan pemeliharaan. 

Rilis teknologi ini telah memicu antusiasme di kalangan masyarakat global, karena potensi dampaknya terhadap industri energi.

BV100, baterai atom dengan dimensi 15mm × 15mm × 5mm, diklaim memiliki daya sebesar 100 mikrowatt dengan tegangan 3 volt. Keunikan baterai ini adalah kemampuannya untuk bertahan lama tanpa membutuhkan pengisian ulang, membuatnya menjadi inovasi signifikan dalam bidang energi berkelanjutan.

Menanggapi pengumuman ini, Tahta Amrillah SSi Msc PhD, seorang Dosen Rekayasa Nanoteknologi dari Universitas Airlangga (UNAIR), memberikan penjelasan mengenai pentingnya efisiensi material dalam produksi baterai. 

Menurutnya, perbedaan potensial yang signifikan antara anoda dan katoda dapat dicapai melalui efisiensi material optimal.

Tahta juga menyoroti potensi besar nuklir sebagai material dengan mobilitas elektron yang luar biasa, yang dapat menghasilkan daya listrik berkualitas tinggi. 

Ia menjelaskan bahwa penggunaan material nuklir dalam baterai dapat memperpanjang umur baterai tersebut, menciptakan solusi untuk energi yang lebih tahan lama.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini