Tips Kelola Keuangan Saat Lebaran dari Pakar UNAIR agar Tidak Boros

Tips Kelola Keuangan Saat Lebaran dari Pakar UNAIR agar Tidak Boros

NYALANUSANTARA, SURABAYA- Menjelang Hari Raya Idulfitri, pengeluaran masyarakat cenderung meningkat karena berbagai kebutuhan seperti pakaian baru, kue kering, hingga biaya mudik. Menurut pakar ekonomi dari Universitas Airlangga, Tika Widiastuti, kondisi ini merupakan hal yang wajar, namun tetap perlu dikendalikan agar tidak berujung boros.

Ia menjelaskan bahwa perilaku konsumtif sering terjadi ketika seseorang membeli barang berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan. Hal ini biasanya dipengaruhi tren, lingkungan, atau dorongan untuk meningkatkan status sosial.

Dalam perspektif ekonomi Islam, kebutuhan dibagi menjadi tiga: dharuriyah (pokok), hajiyah (penunjang), dan tahsiniyah (pelengkap). Kesalahan yang sering terjadi adalah mendahulukan keinginan dibanding kebutuhan utama.

Untuk mengatasinya, masyarakat disarankan membuat perencanaan keuangan yang matang. Mulai dari mencatat kebutuhan Lebaran, memisahkan anggaran, hingga membatasi penggunaan pemasukan tambahan maksimal 70 persen.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama agar makna Lebaran tidak hanya soal konsumsi, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini