Mbak Ita Ungkap Strategi 'Cerewet' yang Sukses Mengurangi Kawasan Kumuh di Kota Semarang

Mbak Ita Ungkap Strategi 'Cerewet' yang Sukses Mengurangi Kawasan Kumuh di Kota Semarang

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengentaskan kawasan kumuh di Ibu Kota Jawa Tengah. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau akrab disapa Mbak Ita, mengungkapkan hasil positif dari upaya tersebut pada rapat Arah Pembangunan RKPD Kota Semarang Tahun 2025 dan RPJPD Tahun 2025-2045.

Pada 2023, sekitar 200 hektare kawasan kumuh berhasil dihapuskan, menyisakan 178,11 hektare. Mbak Ita optimis angka tersebut akan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami bisa menghapus atau menangani sekitar 200 hektare kawasan kumuh Kota Semarang pada tahun 2023. Kini tinggal 178,11 hektare," ungkapnya.

Mbak Ita, yang dikenal dengan sifat "cerewet," mengakui bahwa pendekatannya yang tegas terbukti efektif dalam mengurangi kawasan kumuh. Meskipun sering dianggap galak, langkah-langkah tersebut mampu mencapai hasil yang diinginkan.

"Tetapi harus dengan cerewet, mungkin dibilang wali kotanya galak, judes, tetapi yang penting kawasan kumuhnya hilang," katanya.

Selain penghapusan kawasan kumuh, pemerintah setempat juga fokus pada peningkatan sanitasi lingkungan. Melalui program kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), mereka berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) berkapasitas 18 megawatt di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang. 

Prosesnya diharapkan dimulai pada 2024 dan diharapkan dapat diwujudkan pada 2027.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini