Perkuat Infrastruktur Irigasi Gunungkidul, BBWS Serayu Opak Sosialisasikan Inpres 2/2025 Tahap III

Perkuat Infrastruktur Irigasi Gunungkidul, BBWS Serayu Opak Sosialisasikan Inpres 2/2025 Tahap III

NYALANUSANTARA, Gunungkidul— Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan melalui penguatan infrastruktur irigasi di berbagai daerah. Salah satu upaya nyata dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, yang menggelar Sosialisasi Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III di Aula Kantor Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam arahannya menegaskan pentingnya peran infrastruktur irigasi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah yang memiliki karakter geografis menantang seperti Gunungkidul.

“Pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung produktivitas pertanian masyarakat Gunungkidul,” ujar Endah.

Ia menambahkan, ketersediaan air irigasi yang memadai menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas produksi pertanian. “Melalui program Inpres Tahap III ini, kita berharap kualitas infrastruktur irigasi semakin baik, efisien, dan berdaya guna bagi masyarakat tani,” tambahnya.

Sementara itu, PPK Irigasi dan Rawa Satu BBWS Serayu Opak, Jimmy Charles Roinald Ndun, menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi ini didanai APBN 2025 dengan nilai lebih dari Rp61 miliar.

“Kegiatan rehabilitasi tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada 30 titik daerah irigasi. Khusus di Gunungkidul, pekerjaan difokuskan di Daerah Irigasi Bendung Simo yang akan mengairi wilayah Ponjong dan Karangmojo,” papar Jimmy.

Ia menambahkan, proyek rehabilitasi tersebut nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan layanan irigasi bagi lima desa.

“Pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran primer sepanjang 885 meter, saluran sekunder sepanjang 4.920 meter, serta pemasangan 17 pintu air. Diharapkan hasilnya dapat mendukung pengairan pertanian secara optimal,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Polres Gunungkidul, Kodim 0730 Gunungkidul, Kejaksaan, serta unsur pemerintah kalurahan dan masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur pertanian di wilayah Gunungkidul.
 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini