Libur Nataru Dongkrak Penjualan Bakpia di Yogyakarta

Libur Nataru Dongkrak Penjualan Bakpia di Yogyakarta

NYALANUSANTARA, YOGYAKARTA- Penjualan bakpia di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kenaikan permintaan tersebut paling dirasakan oleh para perajin bakpia di Kampung Pathuk, kawasan yang dikenal sebagai sentra bakpia legendaris di Kota Yogyakarta.

Bakpia yang merupakan camilan khas sekaligus oleh-oleh favorit wisatawan ini dibuat dari bahan dasar seperti tepung terigu dan kacang hijau. Proses produksinya dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat untuk menjaga mutu dan cita rasa.

Ketua Kelompok Bakpia Kampung Pathuk sekaligus pengusaha bakpia lokal, Sumiati, mengungkapkan bahwa penjualan selama libur Nataru meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
“Selama libur Natal dan Tahun Baru, penjualan bisa naik dua sampai tiga kali lipat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut dipicu oleh membludaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta serta bertambahnya pesanan melalui platform daring.

Data Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru mencapai 1.907.741 orang. Kondisi ini membuat periode liburan menjadi masa puncak produksi bagi para perajin bakpia.

Hanif, wisatawan asal Kebumen, Jawa Tengah, mengaku membeli bakpia sudah menjadi tradisi setiap kali berkunjung ke Yogyakarta.
“Rasanya belum sah ke Yogyakarta kalau belum beli bakpia,” katanya.

Produsen bakpia tersebar di berbagai wilayah Kota Yogyakarta dengan beragam merek. Beberapa merek legendaris yang masih bertahan antara lain Bakpia Pathuk 25, Bakpia 75, dan Bakpia MM. Sementara itu, merek-merek modern seperti Bakpia Juara Satoe, Bakpia Marlino, Bakpiaku, hingga Bakpia Kukus Tugu juga semakin diminati.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini