Lapas Semarang Dorong Napi Produksi Kopi Sachet
NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang terus mendorong penguatan program pembinaan kemandirian bagi napi. Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan CV. Sameja Pangan Indonesia dalam bidang pengolahan dan produksi kopi sachet, yang dilaksanakan pada Senin (26/1) di ruang rapat Lapas Kelas I Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.15 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Semarang Ahmad Tohari, jajaran pejabat struktural Bidang Kegiatan Kerja, serta Direktur CV. Sameja Pangan Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperluas pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan bagi warga binaan.
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas I Semarang Ahmad Tohari menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menyiapkan sumber daya manusia warga binaan yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
“Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada produksi semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki kemampuan yang dapat menjadi bekal hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.
Melalui kerja sama ini, warga binaan Lapas Kelas I Semarang diberdayakan dalam proses pengolahan dan produksi kopi sachet bermerek Kopi L’Pane. Nama tersebut diambil dari identitas Lapas Kelas I Semarang yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Kedungpane. Kopi L’Pane hadir dalam beberapa varian, di antaranya Kopi Tubruk, Kopi Tubruk Brown Sugar, Kopi Susu, dan Kopi Susu Brown Sugar.
Produk Kopi L’Pane saat ini telah mulai dipasarkan dari dalam Lapas Kelas I Semarang dan siap menerima pesanan dalam jumlah besar dari luar lapas. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Lapas terhadap pengembangan produk UMKM berbasis pembinaan pemasyarakatan.
Menutup kegiatan tersebut, Ahmad Tohari menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif yang luas.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang lebih besar bagi warga binaan. Dengan demikian, Lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang lahirnya produk kreatif dan SDM pemasyarakatan yang siap berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – DPRD Kabupaten Jepara menyelenggarakan Kajian…
NYALANUSANTARA, KUDUS- Xiaomi melalui sub-mereknya, Redmi, mengonfirmasi bahwa seri…
NYALANUSANTARA, Semarang - Sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi,…
NYALANUSANTARA, KEDIRI- Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota memastikan…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Vivo resmi meluncurkan Vivo X200T di pasar…
NYALANUSANTARA, Purbalingga – Tim Trauma Healing Polres Purbalingga…
NYALANUSANTARA, MUMBAI- Superstar Malayalam, Mohanlal, kembali membuat penggemar antusias…
NYALANUSANTARA, Semarang - Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim…
NYALANUSANTARA, PUNE- Ranbir Kapoor membagikan kabar terbaru terkait Animal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang terus…
NYALANUSANTARA, MANILA- Sebuah video yang beredar luas di media…
Komentar