Kunjungi Pusat UMKM Dukungwaringin, Nawal Yasin Borong Kopi Khas Muria Kudus

Kunjungi Pusat UMKM Dukungwaringin, Nawal Yasin Borong Kopi Khas Muria Kudus

Selain kopi, Nawal juga membeli produk UMKM lainnya di Desa Wisata Dukungwaringin. Seperti tas anyaman pandan, dan tape singkong khas daerah yang rasanya tidak kalah lezat.

Dia menegaskan, Dekranasda Jateng akan terus mendukung pengembangan UMKM supaya mampu menembus pasar global, termasuk pemasaran digital, pelatihan dan pendampingan, serta kurasi produk. "Untuk pemasaran, kita nanti akan mengembangkan dengan pemasaran digital. Selain nanti masalah kurasi dan sebagainya supaya bisa ekspor, kita akan bantu mendampingi," ungkap Nawal.

Sementara itu, pengelola UMKM Kopi Tjolo, Anggung Safitri mengatakan, seluruh produk kopi dibuat dari bahan lokal dengan proses terstandar. Mulai dari pemetikan biji merah, penyortiran, perendaman, hingga penjemuran. 

Dia menjelaskan, pihaknya memiliki mini laboratorium untuk mendukung kualitas produksi. Selain varian avocado, Kopi Tjolo menghadirkan varian baru, seperti kopi dicampur gula kelapa, dan paket 4 in 1 yang berisi gula, krimer, bubuk alpukat, dan kopi.

Dengan harga mulai Rp2.500 per sachet, Kopi Tjolo mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan. Tidak hanya di Jawa Tengah, pasarnya pun terus meluas hingga mancanegara.

"Harapannya UMKM lokal seperti milik kita ini, terus di-support oleh pemerintah, terutama dari sisi pemasaran, supaya bisa ekspor ke luar negeri," ungkap Anggung.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini