REVIEW YOUNG MOTHERS, Kelembutan sebagai Perlawanan: Kembalinya Dardenne Bersaudara ke Puncak Realisme Sosial
Film terbaru karya Jean-Pierre dan Luc Dardenne menghadirkan kelembutan, kasih sayang, dan cinta sebagai inti narasinya. Karya ini terasa sebagai kembalinya Dardenne bersaudara ke performa terbaik mereka, setelah beberapa film sebelumnya dinilai terlalu melodramatis. Di sini, mereka memilih kesederhanaan dan kejernihan: setiap adegan disajikan tanpa paksaan, setiap karakter diperlakukan dengan martabat dan kecerdasan yang jujur. Harapan tidak disuarakan secara retoris, melainkan melalui tindakan sederhana—memberi dan meminta bantuan—yang justru terasa sangat kuat.
Sekali lagi, Dardenne menetapkan standar emas sinema realisme sosial di Cannes. Bagi penonton setia, film ini juga memunculkan resonansi emosional yang mendalam dengan Rosetta, film peraih Palme d’Or seperempat abad lalu. Kenangan itu terasa semakin pilu mengingat pemeran utamanya, Émilie Dequenne, telah wafat baru-baru ini akibat kanker.
Berlatar di Liège, Belgia, film ini mengambil lokasi di sebuah rumah penampungan negara bagi ibu-ibu remaja dan calon ibu. Tempat ini bukan hanya ruang tinggal, tetapi juga ruang belajar: para penghuni dibimbing menghadapi persalinan, merawat bayi, mengatasi kecanduan dan depresi, hingga mempertimbangkan adopsi. Mereka hidup sebagai komunitas, berbagi tanggung jawab sehari-hari, termasuk memasak secara bergiliran.
Beberapa tokoh utama membentuk mosaik pengalaman yang kompleks. Perla, ibu muda yang telah melahirkan bayi bernama Noé, harus menghadapi sikap dingin dan kasar ayah anaknya. Jessica, yang sedang hamil, berusaha menemukan ketenangan batin dengan menghubungi ibu kandungnya yang dulu menyerahkannya untuk diadopsi. Julia, mantan pecandu narkoba tunawisma, mencoba membangun hidup baru bersama bayinya, Mia, dengan bekerja dan menjalin hubungan yang penuh perhatian—digambarkan lewat adegan ikonik Dardenne di atas skuter motor, simbol kebebasan sekaligus kerentanan kaum muda.
Tokoh paling kompleks adalah Ariane, gadis 15 tahun yang ingin menyerahkan bayinya, Lili, untuk diadopsi. Keputusan ini memicu konflik dengan ibunya, Nathalie, yang ingin menjadi nenek atau bahkan ibu pengganti. Nathalie, dibebani rasa bersalah dan masa lalu yang penuh luka, bertekad memperbaiki hidupnya, sementara Ariane justru ingin memutus lingkaran kekerasan dan penderitaan yang pernah ia alami.
Gambaran “bayi yang melahirkan bayi” menjadi sumber kekuatan emosional utama film ini. Ia memperlihatkan bagaimana generasi yang lebih tua, dengan segala kelelahan dan penyesalannya, pernah berada di posisi yang sama dengan anak-anak mereka. Kelembutan bayi-bayi—seperti senyum lirih Lili kepada Ariane—menghadirkan ironi yang menyayat: masa depan seperti apa yang menanti mereka?
Pada akhirnya, film ini mengajukan pertanyaan moral yang mendalam: setelah memilih untuk tidak melakukan aborsi, apakah menyerahkan anak untuk diadopsi merupakan bentuk tanggung jawab dan pengorbanan tertinggi? Ataukah justru kegagalan keberanian yang melanggengkan sistem adopsi berbasis kelas? Dardenne tidak menawarkan jawaban pasti. Namun, mereka menutup film dengan keyakinan sunyi akan kemungkinan masa depan yang lebih baik—terutama lewat adegan penutup yang mengutip puisi The Farewell karya Apollinaire, yang terasa sangat mengharukan.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Batang - Kekhawatiran terhadap kemampuan para petugas…
Disutradarai oleh Sejal Shah dan dibintangi Nawazuddin Siddiqui,…
Terkini
NYALANUSANTARA, Kudus- Kabut tipis dan rintik hujan menyambut…
NYALANUSANTARA, SEOUL- Agensi Fantagio akhirnya angkat bicara terkait dugaan…
Film terbaru karya Jean-Pierre dan Luc Dardenne menghadirkan…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Peran rumah terus berevolusi seiring perubahan gaya…
NYALANUSANTARA, Kudus- Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan…
NYALANUSANTARA, Semarang- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilaksanakan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- SUV listrik Volkswagen ID.4 versi 2027 dikabarkan…
NYALANUSANTARA, Karanganyar– Upaya pencarian terhadap pendaki asal Colomadu,…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Thomas Djiwandono menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi…
Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam…
Komentar