BNNP Jateng Gandeng Pemkot Semarang Cegah Kalangan Muda dari Narkoba

BNNP Jateng Gandeng Pemkot Semarang Cegah Kalangan Muda dari Narkoba

NYALANUSANTARA, Semarang - Kerawanan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, masih tergolong tinggi dan menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Kompleksitas pola peredaran yang kini memanfaatkan media sosial serta menyasar generasi muda menuntut langkah kolaboratif yang lebih kuat, terstruktur, dan berkelanjutan.

Upaya pencegahan dan penanganan narkoba tidak dapat hanya dibebankan pada aparat penegak hukum semata. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membangun sistem perlindungan masyarakat, pendidikan karakter, serta deteksi dini di lingkungan sosial dan birokrasi.

Atas dasar tersebut, Kepala BNNP Jateng melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Wali Kota Semarang (06/02) bertempat di Kantor Walikota Semarang, sebagai langkah awal memperkuat sinergi antara BNNP Jateng dan Pemerintah Kota Semarang. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjaga generasi muda dari ancaman narkoba, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta mendukung agenda nasional dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, S.H., M.H., dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kulo nuwun dan perkenalan sebagai pejabat baru di Jawa Tengah, sekaligus pemaparan kondisi faktual penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang yang masuk dalam wilayah rawan dan menjadi zonasi penanganan BNNP Provinsi.

“Kami menyampaikan kulo nuwun dan sowan kepada Ibu Wali Kota sebagai pejabat baru di Jawa Tengah. Kota Semarang memiliki daya ungkap narkoba yang tinggi, sehingga membutuhkan kerja keras bersama. Saat ini dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, baru terdapat 9 BNN kabupaten/kota, sehingga peran BNNP masih sangat dominan, termasuk di Kota Semarang,” ujar Toton Rasyid.

Ia menjelaskan bahwa pola peredaran narkoba saat ini semakin kompleks, terutama melalui media sosial, di mana mayoritas pembeli berasal dari kalangan anak muda. Jalur peredaran narkotika, khususnya sabu, banyak masuk dari Kalimantan dan Malaysia, dengan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang kerap menjadi lokasi transit sebelum diedarkan ke wilayah lain di Pulau Jawa.

Toton Rasyid juga menyampaikan harapan adanya dukungan Pemerintah Kota Semarang terkait perpanjangan izin operasional klinik rehabilitasi BNN, serta penguatan sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa meskipun dirinya berasal dari latar belakang jaksa, substansi tugas penegakan hukum dan pencegahan narkoba tetap menjadi prioritas utama.


Editor: Holy

Komentar

Terkini