Nawal: Kuatkan Gerakan Literasi Masyarakat Jateng dengan Semangat Kolaborasi
NYALANUSANTARA, Semarang- Literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karenanya, perlu penguatan gerakan literasi masyarakat dengan semangat kolaborasi. Hal itu ditekankan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, seusai kegiatan Rapat Koordinasi Bunda Literasi Jateng 2026 bertema “Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan”, di Grhadika Bhakti Praja, Selasa, 10 Februari 2026.
Nawal mendorong penguatan sinergi bersama Bunda Literasi di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah. "Jadi harapannya, gerakan literasi di Provinsi Jawa Tengah ini bukan hanya tentang buku, tetapi juga bagaimana tentang membangun peradaban," kata Nawal.
Dia menekankan, literasi tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan individu dalam memahami, menelaah, serta mengelola informasi dan pengetahuan.
Dalam konteks pembangunan peradaban, lanjut Nawal, budaya literasi yang baik akan melahirkan beragam gagasan, serta nilai-nilai positif bagi kehidupan bermasyarakat.
"Maka, ayo kita bersama-sama menjadikan Jawa Tengah menjadi provinsi yang gemar membaca dan kaya akan gagasan," tegas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Dikatakan, upaya pembangunan literasi dan peningkatan minat baca masyarakat menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jateng tercatat sebesar 70,57, meningkat dibandingkan 2023 di angka 64,40.
Selain itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jateng juga mengalami peningkatan. Dari 71,31 persen pada 2023, naik menjadi 73,91 pada 2024. Bahkan pada 2023, Jateng menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan TGM tertinggi secara nasional.
Untuk meningkatkan capaian ini, Nawal mengajak Bunda Literasi di 35 kabupaten/ kota, agar terus menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi, guna membangun ekosistem literasi Jawa Tengah yang unggul dan berkarakter.
Dia menegaskan, Bunda Literasi memiliki empat peran strategis, sebagai penggerak kegiatan literasi, kolaborator literasi, edukator literasi, dan motivator literasi. Peran tersebut menjadi kunci dalam menggerakkan berbagai program pengembangan literasi di daerah.
Beragam program yang terus didorong antara lain pengembangan literasi digital, penguatan microlibrary dan taman baca, kolaborasi dengan komunitas, optimalisasi perpustakaan desa dan kelurahan, pembentukan relawan literasi masyarakat, literasi berbasis sosial dan budaya, serta program satu desa atau kelurahan satu perpustakaan.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Kendal- Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepedulian Polda Jateng terhadap masyarakat…
NYALANUSANTARA, Semarang - Upaya pengelabuan pengiriman rokok ilegal…
NYALANUSANTARA, Surakarta – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Polres Semarang menggelar upacara serah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Ditjenpas Jateng menggandeng Dinas…
NYALANUSANTARA, Semarang - 14 mahasiswa dari empat perguruan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Komitmen Polda Jateng dalam memberikan…
Semarang - PT KAI Daop 4 Semarang mencatat…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Jay Idzes kembali mendapat kepercayaan untuk tampil…

Komentar