Wali Kota Semarang Minta Masyarakat Tidak Panic Buying Terkait Lonjakan Harga Beras
semarangkota.go.id
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menghimbau kepada masyarakat Kota Semarang agar tidak melakukan panic buying menyusul lonjakan harga bahan pangan, terutama beras di pasaran.
Pemerintah daerah memastikan pasokan beras tetap aman dengan adanya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hevearita, yang akrab dipanggil Mbak Ita, menegaskan bahwa kenaikan harga beras terutama terjadi pada beras premium lokal yang tidak bersubsidi.
"Masa tanam dan masa panen bergeser akibat dampak dari peristiwa El-Nino tahun lalu, sehingga ketersediaan beras mengalami penundaan," jelas Hevearita, saat memberikan keterangan usai acara bakti sosial di Semarang.
Meskipun harga beras premium naik, harga beras medium tetap stabil di sekitar Rp 11 ribu per kilogramnya. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, bahkan melakukan pengecekan langsung di pasar untuk memastikan stabilitas harga beras.
"Saya minta jangan panic buying karena ketersediaan beras dijamin pemerintah dengan beras SPHP. Namun jika masyarakat pakai beras premium pasti harga lebih tinggi dari harga SPHP," tegasnya.
Pemkot Semarang juga memperluas akses beras murah melalui program Pasar Murah dan Aman (Pak Rahman). Program ini bekerja sama dengan kelompok pertanian untuk menekan harga beras.
Pemkot juga terus memantau harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran. "Diharapkan dengan mundurnya masa panen hingga bulan Maret itu dan mendekati Lebaran, sehingga harga ini agak naik," ujar Hevearita.
Mbak Ita menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan puasa. Pemerintah daerah akan menggelar rapat untuk membahas pengendalian inflasi guna mengantisipasi kenaikan harga.
Sebagai informasi, harga kebutuhan pokok di Kota Semarang terus melambung. Dari pantauan, harga beras premium saat ini mencapai Rp 16.590/kg hingga Rp 17.000/kg, sedangkan beras medium mencapai Rp 15 ribu/kg hingga Rp 16.000/kg.
Harga cabai merah bahkan menyentuh Rp 90.000/kg, sementara harga telur ayam mencapai Rp 29.000/kg hingga Rp 30.000/kg.
Demikianlah informasi terkini terkait lonjakan harga beras dan upaya pemerintah daerah Semarang dalam mengatasi masalah ini.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh…
NYALANUSANTARA, Semarang - Satbrimob Polda Jateng terus menunjukkan…
NYALANUSANTARA, Semarang - 540 mahasiswa Universitas Negeri Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Lapas Kelas I Semarang turut…
NYALANUSANTARA, KUNMING- Baru-baru ini, 1,5 ton alpukat segar yang…
Episode keempat musim ketiga Jujutsu Kaisen adalah sebuah…
Di awal abad ke-20, seorang gadis Jepang penuh…
Border 2, sekuel dari film klasik karya J.P.…
Industri film horor Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya lewat…
Film Primate hadir tanpa ambisi berlebihan. Sejak awal,…
Komentar