Bapanas Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Demak

Bapanas Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Demak

demakkab.go.id

NYALANUSANTARA, Demak - Kabupaten Demak, yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Tengah, baru-baru ini mengalami banjir besar yang mengakibatkan kerugian signifikan terhadap produksi padi. 

Banjir tersebut menyebabkan para petani menderita, dengan estimasi kehilangan mencapai 200 ribu ton beras.

Menyikapi krisis ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) di bawah kepemimpinan Arief Prasetyo Adi telah bertindak cepat dengan mengirimkan bantuan untuk masyarakat terdampak.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Arief Prasetyo Adi bersama dengan Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Bupati Demak Eisti'anah di SDN 3 Ngaluran Karanganyar Demak. 

Bantuan yang disalurkan mencakup 5 ton beras premium dari Perum Bulog serta berbagai jenis bantuan lain yang diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan empatinya kepada masyarakat Demak, menyatakan, "Kehilangan besar ini bukan hanya merugikan secara material tetapi juga secara emosional bagi para petani. Melalui bantuan yang kami salurkan, kami ingin menunjukkan rasa sayang dan dukungan kami kepada sedulur di Demak."

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan pasca banjir. 

"Kami akan terus melakukan berbagai upaya pemulihan, termasuk pompanisasi dan sanitasi, untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ujarnya.

Kehadiran dan dukungan dari pejabat Bulog Pinwil Jateng, Sopran Kennedy, dan Pinca KC Semarang, Rendy Ardiansyah, serta para pejabat lainnya menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara badan pangan nasional, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait dalam menghadapi dampak banjir.

Dengan upaya bersama, diharapkan para petani di Demak dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas di sawah, memulihkan produksi pangan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini