Bupati Blora Dorong Guru Atasi Masalah Anak Tidak Sekolah

Bupati Blora Dorong Guru Atasi Masalah Anak Tidak Sekolah

blorakab.go.id

NYALANUSANTARA, Blora - Bupati Blora, H. Arief Rohman, menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat setempat. 

Hal ini disampaikannya pada acara Halal Bihalal di Korwil PGRI Jepon hari ini. Bupati Arief Rohman mengajak para guru di wilayahnya untuk bersama-sama mengatasi masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Saya pesan jangan sampai ada anak-anak di sekitar kita yang tidak sekolah. Pastikan bahwa anak usia sekolah harus bersekolah," ujar Bupati Arief Rohman.

Beliau juga meminta kepada Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang putus sekolah di wilayahnya. Bupati Blora mengajak para guru untuk aktif dalam mendata anak-anak yang tidak mampu sekolah dan membujuk mereka untuk kembali bersekolah.

Jika biaya menjadi kendala, Bupati Rohman menegaskan bahwa hal tersebut dapat diatasi dengan koordinasi bersama dinas terkait untuk memastikan semua anak mendapatkan haknya untuk belajar.

Pemerintah Kabupaten Blora, lanjutnya, akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal pendidikan. Salah satu buktinya adalah program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang baru saja diresmikan.

"Melalui program SSN ini, generasi muda Blora diharapkan dapat mendapatkan pengetahuan keagamaan yang lebih intensif," tambahnya.

Bupati Blora juga mengingatkan para guru untuk mendukung penuh program SSN, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada generasi muda Blora.

Terkait acara Halal Bihalal, Bupati Arief Rohman mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan Syawal sebagai momen untuk berusaha menuju fitri dengan memaafkan satu sama lain.

Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, juga turut hadir dalam acara tersebut. Beliau mengajak semua pihak yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan kinerjanya.

"Peningkatan kinerja dapat diukur dari memastikan tidak adanya siswa drop out atau putus sekolah," tegas Sunaryo.

Pihaknya juga meminta agar para pengawas, kepala sekolah, dan guru aktif dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), sehingga angka putus sekolah di Blora dapat berkurang.

"Kami akan bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk melaksanakan program Kejar Paket A, Paket B, maupun Paket C," tambahnya.

Sunaryo juga menekankan kepada para pendidik untuk tidak meninggalkan kelas atau sekolah dengan alasan yang tidak jelas, sehingga sekolah tidak sering kosong jam karena kegiatan lain di luar sekolah.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Bupati Blora dan seluruh jajaran pemerintahan setempat bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan layanan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini