Pemkot Semarang Terus Gencar Sosialisasikan Program Pengendalian DBD dengan Wolbachia

Pemkot Semarang Terus Gencar Sosialisasikan Program Pengendalian DBD dengan Wolbachia

semarangkota.go.id

Hevearita Gunaryanti Rahayu menyoroti kurangnya sosialisasi di beberapa wilayah yang tidak menjadi bagian dari pilot project, menyebabkan kekhawatiran dan ketidakpahaman masyarakat. 

"Sebenarnya kan mungkin di wilayah lain tidak ada sosialisasinya. Tapi selama di Semarang, kami gencar melaksanakan sosialisasi. Saya melihat di wilayah lain mungkin tidak jadi pilot project, tidak pakai tahapan-tahapan sosialisasi, sehingga langsung istilahnya dikasih bibit dan langsung seketika itu. Mungkin ada anggapan membawa bibit penyakit,” ujarnya," ujarnya pada Minggu (19/11/2023).

Dalam usahanya memberikan keyakinan kepada masyarakat, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa penolakan terhadap nyamuk ber-Wolbachia sebagian besar disebabkan oleh minimnya pemahaman dan sosialisasi dari pemerintah. 

Pihaknya menegaskan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga aman, karena bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit secara alami tanpa menggunakan zat kimia.

Pemkot Semarang telah melakukan berbagai sesi sosialisasi terkait Wolbachia, terutama di zona-zona dengan tingkat kasus demam berdarah dengue yang tinggi. 

Hevearita Gunaryanti Rahayu juga menekankan pentingnya tetap melaksanakan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin, sambil mendorong ibu-ibu Dasawisma untuk turut serta dalam sosialisasi penggunaan nyamuk ber-Wolbachia.

"Masyarakat jangan khawatir akan penyebaran nyamuk Wolbachia. Kami lihat potensi wilayah penyebaran penyakit demam berdarah tinggi saat musim hujan yaitu di Banyumanik dan Tembalang. Intinya masyarakat jangan khawatir, jangan takut karena kalau program dari pemerintah itu tidak bakal menjerumuskan, tidak mungkin untuk membuat malah nambah banyak penyakit," tandasnya.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini