Semarang Raih Penghargaan Digital Government Award di SPBE Summit 2024

Semarang Raih Penghargaan Digital Government Award di SPBE Summit 2024

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meraih penghargaan Digital Government Award SPBE Summit 2024 sebagai salah satu dari 10 kota dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi di Indonesia. 

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara SPBE Summit 2024 dan peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Presiden RI Joko Widodo secara resmi membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). 

Tujuannya adalah untuk mendorong perkembangan layanan digital di setiap instansi pemerintah, sejalan dengan visi transformasi digital nasional.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pemkot Semarang terus berupaya memperkuat digitalisasi dalam pelayanan publik. 

Hal ini terbukti dengan masuknya Semarang dalam daftar 10 kota dengan indeks SPBE tertinggi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Soenarto, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penerapan berbagai inovasi digital.

"Digital Government Award SPBE Summit 2024 kali ini menempatkan Semarang dalam 10 besar kota dengan indeks SPBE tertinggi, bersama dengan kota-kota lain yang juga berprestasi," ungkap Soenarto.

Selain kategori kota, penghargaan SPBE Summit 2024 juga mencakup lima kategori lainnya, yaitu Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan IPPD dengan Indeks SPBE Meningkat Signifikan. Semarang sendiri masuk dalam 10 besar di kategori kota, meski peringkat tertinggi masih dipegang oleh Kota Surabaya.

Penilaian dalam penghargaan ini didasarkan pada berbagai indikator, termasuk layanan publik berbasis elektronik, layanan administrasi pemerintah berbasis elektronik, Audit TIK, penerapan manajemen SPBE, teknologi informasi dan komunikasi, perencanaan strategi SPBE, serta kebijakan internal terkait tata kelola SPBE.

Soenarto menjelaskan bahwa program-program digitalisasi yang diterapkan Pemkot Semarang telah memberikan dampak positif. 

"Kami telah mengaplikasikan sistem berbasis digitalisasi dan terintegrasi sehingga setiap layanan kepada masyarakat bisa diakses lewat sistem digital," ujarnya.

Meskipun belum menjadi yang pertama, pencapaian ini menandakan kemajuan signifikan bagi Pemkot Semarang, yang kini berada di antara 10 besar dari 98 kota di Indonesia. 

Soenarto menyoroti beberapa layanan unggulan, seperti Layanan Call Center 112 dan aplikasi Sapa Mbak Ita, yang telah berbasis elektronik dan mendapat penilaian positif.

Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau yang akrab disapa Mbak Ita, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong digitalisasi di semua lini pemerintahan. 

"Kami telah memenuhi standar layanan publik dan kini masuk dalam 10 besar kota dengan Indeks SPBE tertinggi. Ini adalah pencapaian perdana bagi Semarang dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat melalui aplikasi dan digitalisasi, dengan tujuan agar pemerintah dapat melayani masyarakat dengan lebih baik dan efisien.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini