Anda Mau Beli Rumah? Perhatikan Dulu Hal-hal Berikut
NYALANUSANTARA, Semarang- Kebutuhan masyarakat terhadap rumah masih tinggi, tercatat saat ini Indonesia ada backlog perumahan mencapai 10 juta. Meski begitu banyak hal yang harus diperhatikan sebelum benar-benar membeli rumah.
Kepala Badan Sertifikasi Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Djoko Slamet Oetomo mengatakan adanya data backlog yang mencapai 10 juta tidak menjamin sebuah rumah dapat menjadi investasi yang menjanjikan. Sebab, nilai jual rumah dipengaruhi banyak faktor.
Menurutnya, tak sedikit perumahan yang sudah terealisasikan namun berakhir tak berpenghuni. Perumahan yang terbengkalai tersebut nantinya nampak menyeramkan bak kota mati. Oleh itu, Djoko menyarankan calon pembeli untuk lebih berhati-hati dalam membeli rumah khususnya di perumahan. “Perhatikan cara memilih rumahnya. Artinya, kalau beli rumah di situ (terbengkalai) kalau dijual rugi, jadi semak belukar, akses jalannya nggak,“ ujarnya, Rabu (20/6/2024).
“Nggak tumbuh kawasannya, hanya dibangun-bangun aja lama-lama jadi semak belukar, siapa yang mau menghuni kalau keamanannya nggak ada, airnya nggak ada,” sambungnya.
Hal itulah, yang menurutnya, membuat harga rumah terjun bebas. Bahkan sulit terjual. Misalnya, rumah standar yang dibeli seharga Rp150 juta bisa jadi susah terjual di harga Rp120 juta.
Ia menambahkan nilai investasi sebuah rumah juga dipengaruhi oleh lingkungan alam sekitar. Ia menyebut, nilai jual rumah akan konsisten turun jika sekitar rumah tersebut terkena bencana alam, misalnya banjir atau longsor. “Kalau banjir, kalau longsor siapa yang mau beli. Oleh karena itu, nilai rumah akan mengecil, nilai lingkungan meningkat,” katanya.
Djoko meminta para developer untuk memperhatikan betul nasib penghuni perumahan kedepannya. Ia juga mengimbau sesama pengembang untuk memperhatikan keberlanjutan dari lingkungan sosial perumahan. Untuk itu,ia mengajakmereka untuk mengikuti diklat dan sertifikasi yang dilakukan oleh DPD REI.
“Jangan asal bangun rumah saja, tapi bangun juga kawasannya, lingkungannya, dan sosialnya,” tandasnya.
Sebelumnya Djoko mengungkapkan DPD REI Jateng memiliki program diklat dan sertifikasi dalam rangka pembinaan sumber daya manusia (SDM).
"Apa saja materi diklat pengembang tersebut dari mulai proses persiapan, pembebasan tanah, mengenai perizinan, menyiapkan lokasi, menilai investasinya apakah layak atau tidak, mempersiapkan pembangunan, melakukan pelaksanan pembangunan, melakukan penjualan dan yang terakhir yang kadangkala tidak pernah tersirat di satu kegiatan itu adalah bagaimana pengelolaannya," ujarnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bawaslu Kota Semarang mendorong penguatan…
NYALANUSANTARA, Surakarta – Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses meraih…
NYALANUSANTARA, Jepara - Tim Pengabdian Kolaborasi Antar Perguruan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas PGRI Semarang atau UPGRIS…
NYALANUSANTARA, Semarang – Ditressiber Polda Jateng berhasil menemukan…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Menjelang pemilihan kepala desa serentak…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum…
NYALANUSANTARA, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Perum Bulog menyiapkan 300 ribu ton beras…
NYALANUSANTARA, Semarang — Genap satu tahun hadir sebagai…

Komentar