Asal Usul Sendang Ontrowulan di Gunung Kemukus Kabupaten Sragen

Asal Usul Sendang Ontrowulan di Gunung Kemukus Kabupaten Sragen

Guna meluruskan kesalahan informasi itu, Pardi terus berusaha menjelaskan kepada pengunjung makam tersebut tentang fakta bahwa pangeran Samudera adalah seorang santri dengan karakter yang baik dan berjasa besar. Upaya itu, diharapkannya memiliki domino, di mana peziarah juga akan menceritakan kebenaran mengenai Gunung Kemukus itu kepada kerabat mereka.

Sendang Ontrowulan merupakan tempat untuk bersuci, dan menjadi tempat permulaan dari rangkaian kegiatan ziarah di Gunung Kemukus, sebagaimana R. Ay. Ontrowulan bersuci dalam keadaan berduka setelah kehilangan putra tirinya.

Komplek Area Sendang Ontrowulan itu terdiri dari beberapa bagian yaitu gazebo tempat beristirahat pengunjung, pendopo yang difungsikan untuk tempat pertemuan oleh instansi maupun rombongan peziarah, sendang lawas digunakan sebagai tempat tirakatan, dan sendang Ontrowulan. Di mata air tersebut peziarah ngalap berkah atau mencari berkah dengan cuci muka, mandi, dan berwudhu bagi yang beragama islam. Sebagian pengunjung juga membawa pulang air sendang.

Setelah bersuci, pengunjung akan dipandu oleh juru kunci menuju Ruang Petilasan Pangeran Samudera yang masih berada di dalam komplek area Sendang Ontrowulan. Dari sini, pengunjung kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan ziarah ke Makam Pangeran Samudera.

Pardi menyampaikan edukasi moral yang terkandung dalam kegiatan sesuci di Sendang Ontrowulan ini adalah kebersihan secara lahiriyah dengan membersihkan badan sebagai persiapan sebelum melaksanakan ziarah, dan kebersihan batin dengan keyakinan dan keikhlasan.

“Sebelum memasuki Ruang Petilasan dan Makam Pangeran Samudera, pengunjung diharapkan menanggalkan alas kaki. Bukan hanya untuk menjaga kebersihan tempat ini, namun pengunjung juga diharapkan meninggalkan segala permasalahan dan fokus dalam berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa.” Pesannya

Ia menegaskan bahwa tidak tepat apabila pengunjung berdo’a kepada Pangeran Samudera atau berziarah dengan maksud meminta sesuatu. Ia juga menghimbau kepada setiap pengunjung bahwa dalam berziarah cukup mendo’akan Pangeran Samudera, karena dengan mengirim do’a maka kita akan mendapat syafaat dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini