STMIK MPB dan STIKES MTU Bergabung Jadi Universitas Muhammadiyah Brebes

STMIK MPB dan STIKES MTU Bergabung Jadi Universitas Muhammadiyah Brebes

NYALANUSANTARA, Brebes- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Muhammadiyah Paguyangan Brebes (STMIK MPB) dan Sekolah Tinggi Kesehatan Medika Teuku Umar (STIKES MTU) Aceh akan melakukan penggabungan perguruan tinggi yang di fasilitasi oleh Kemendikbudristek melalui program Akselarasi Penggabungan dan Penyatuan Perguruan tinggi Swasta (APPP-PTS).

Penggabungan kedua sekolah tinggi tersebut akan berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Brebes (UMBS) yang berada di kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Menurut Staf Humas, Kerjasama dan PMB STMIK MPB, Ganang Widhi Wibowo kegiatan Kemendikbudristek tersebut didasari oleh beberapa hal, yaitu: merasionalisasi jumlah perguruan tinggi di Indonesia, neningkatkan Mutu kelembagaan perguruan tinggi, mendukung kebijakan merdeka belajar (MBKM), dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
 
"Proses penggabungan ini telah berjalan kurang lebih 1 tahun, dan sekarang posisi status sedang dalam menunggu SK dari Kemendikbudristek, program studi yang diusung oleh STMIK MPB adalah Sistem Informasi dan Teknik Informasi dan program studi yang di bawa oleh STIKES MTU Aceh adalah Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Gizi (D3), dan rencana pembukaan prodi baru nantinya adalah Manajemen (S1), Hukum (S1), Teknik Mesin (S1), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) S1, dan Pendidikan Bahasa Inggris (S1)," ungkap Ganang.

Ia menambahkan beberapa persiapan dalam rangka menyongsong penyatuan STMIK MPB dan STIKES MTU Aceh ini, pihak Manajemen STMIK MPB telah melakukan beberapa persiapan diataranya adalah, manajemen STMIK melakukan pendekatan dengan beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai sarana untuk menyalurkan lulusan-lulusan mahasiswa UMBS.

"Dan sebagai langkah menunjang kegiatan merdeka belajar yaitu MBKM, karena salah satu kegiatan MBKM adalah magang mahasiswa, untuk dapat mensingkronisasi kegiatan Magang mahasiswa, saat ini calon-calon dosen dari semua prodi UMBS telah menggodog formulasi kurikulum sehingga nantinya bisa tersinkron dengan magang industri sebagai program unggulan UMBS," bebernya.
 
Program magang itu, ujarnya, tidak hanya dilakukan di dalam negeri namun juga dengan perusahaan di luar negeri khususnya Jepang dan China. "Saat inipun usaha membuka kerjasama perguruan tinggi dengan perguruan tinggi di jepang juga telah dilakukan manajemen STMIK MPB," tukasnya.
 
Selain program magang yang rencananya akan di fasilitasi UMBS pada semester 5-6 (2 semester), nantinya UMBS juga akan menerapkan blended learning untuk kelas karyawan sehingga mahsiswa akan lebih fleksibel dalam melakukan kegiatan belajar mengajar terutama untuk kelas karyawan."Sehingga hal ini membuat kemudahan bagi para karyawan perusahaan yang ingin meraih gelar sarjana," ujarnya.
 
UMBS sadar bahwa untuk bersaing dengan universitas atau perguruan tinggi yang lebih mapan merupakan kendala tersendiri sehingga UMBS nantinya harus melakukan banyak inovasi-inovasi dalam menghadapi persaingan.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini