Desa Tangkisan Resmi Ditetapkan Sebagai Desa Devisa Berkat Ekspor Gula Kelapa

Desa Tangkisan Resmi Ditetapkan Sebagai Desa Devisa Berkat Ekspor Gula Kelapa

Bupati juga mencatat bahwa meskipun pandemi Covid-19 sempat melanda, sektor industri gula kelapa tetap bertahan. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Purbalingga yang meningkat dari -1,32% saat pandemi menjadi 5,42% pada 2022, melampaui rata-rata nasional dan provinsi.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga, lanjut Bupati Tiwi, memiliki komitmen besar dalam mendukung pelaku UMKM. “Kami akan terus memfasilitasi agar produktivitas gula kelapa bisa berkelanjutan dan ekspor semakin mudah,” tambahnya.

Saat ini, sebanyak 250 penderes dan pengrajin gula kelapa di Desa Tangkisan mendapatkan pendampingan dari CV Bunga Palm, perusahaan eksportir gula kelapa. CV Bunga Palm telah membantu meningkatkan kualitas produksi sehingga memenuhi standar internasional. 

CEO CV Bunga Palm, dr. Dikta Zanwar Arifin, menyebutkan bahwa Desa Tangkisan mampu memproduksi sekitar 80 ton gula kelapa organik per bulan, yang seluruhnya diekspor.

“Desa Tangkisan telah tersertifikasi organik sepenuhnya, sehingga produk gula kelapanya berkualitas internasional,” ungkap dr. Dikta.

Ia juga mengakui adanya persaingan dari negara-negara seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand, tetapi tetap optimis dengan kualitas gula kelapa dari Tangkisan.

Kepala Desa Tangkisan, Miswono, menyampaikan rasa terima kasih kepada CV Bunga Palm atas bimbingan yang diberikan kepada para pengrajin. "


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini