Bupati Kebumen Kunjungi Lokasi Bencana Tanah Longsor di Jemur, Dua Korban Jiwa Ditemukan

Bupati Kebumen Kunjungi Lokasi Bencana Tanah Longsor di Jemur, Dua Korban Jiwa Ditemukan

NYALANUSANTARA, Kebumen – Pjs Bupati Kebumen, Boedyo Dharmawan, mengunjungi lokasi bencana tanah longsor di Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan, yang menelan dua korban jiwa pada Sabtu malam (9/11). 

Dalam kunjungannya, Boedyo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang ibu dan anak akibat tertimbun material longsor.

"Kami mewakili Pemerintah Daerah turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Boedyo didampingi sejumlah pimpinan OPD.

Setelah pencarian intensif oleh Tim SAR sejak Sabtu malam, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu siang (10/11). 

Selain di Jemur, Boedyo dan jajarannya juga meninjau banjir di Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, dan Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar. 

Banjir terjadi akibat tanggul sungai yang jebol dan meskipun kini air mulai surut, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Memasuki musim hujan, Bupati Boedyo Dharmawan mengimbau masyarakat Kebumen, terutama yang bermukim di dekat tebing, untuk selalu waspada terhadap bencana longsor. 

“Saya mengingatkan masyarakat yang tinggal di bawah tebing untuk berhati-hati. Sebaiknya, untuk sementara mencari tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu malam juga menyebabkan sejumlah daerah di Kebumen terdampak tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. 

Menurut Kepala BPBD Kebumen, Udy Cahyono, Desa Jemur di Kecamatan Pejagoan dan Desa Giripurno di Kecamatan Karanganyar adalah titik longsor paling parah. 

Di Jemur, tanah longsor menelan dua korban jiwa, sementara di Giripurno empat orang mengalami luka-luka.

Selain longsor, tanggul sungai yang jebol di Sidomukti dan Panjatan mengakibatkan banjir yang memaksa sejumlah warga mengungsi. 

Di Panjatan, sembilan orang sempat mengungsi namun telah kembali setelah air surut, sementara di Sidomukti 150 warga masih mengungsi di rumah kerabat mereka.

BPBD bersama Tim SAR, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor serta banjir. Petugas juga menebang pohon tumbang yang mengganggu akses. Udy menegaskan bahwa BPBD siaga 24 jam selama musim hujan untuk menangani bencana.

Pemkab Kebumen telah menyalurkan bantuan berupa makanan dan material bangunan untuk masyarakat terdampak bencana. 

"Kami masih melakukan pendataan kerusakan dan memberikan bantuan permakanan dan material kepada warga yang rumahnya rusak akibat longsor atau tertimpa pohon tumbang," jelas Udy.

Pemkab Kebumen berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan dan senantiasa mengikuti arahan terkait mitigasi bencana.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini