Blora Jadi Pilot Project Pertanian Sehat dengan Pupuk Organik Cair Rumput Laut

Blora Jadi Pilot Project Pertanian Sehat dengan Pupuk Organik Cair Rumput Laut

NYALAHUSANTARA, Blora – Kabupaten Blora akan menjadi lokasi pertama di Jawa Tengah untuk penerapan pertanian sehat menggunakan pupuk organik cair berbahan dasar rumput laut. 

Program ini diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.  

Kabar baik ini diterima langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat melakukan kunjungan kerja ke kantor KKP RI pada Jumat (20/12). 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati bertemu dengan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Dr. Budi Sulistiyo, M.Sc, beserta sejumlah direktur lainnya.  

Menurut Dirjen Budi, pupuk organik cair dari rumput laut ini terbukti meningkatkan hasil panen hingga 30% dibandingkan penggunaan pupuk kimia. 

“Kami ingin menerapkan inovasi ini di Jawa Tengah, dan Blora kami pilih karena potensinya besar,” ujar Budi.  

Pupuk ini sebelumnya telah diujicobakan di beberapa daerah seperti Bombana, Konawe Selatan, Bali, dan Karawang, dengan hasil yang signifikan. Di Bombana, misalnya, hasil panen meningkat dari 2,5 ton per hektar menjadi 4,8 ton per hektar.  

Bupati Arief menyambut baik program ini, mengingat banyak petani di Blora yang mengeluhkan penurunan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.  

“Kami siap menyediakan lahan demplot sekitar 10 hektar. Program ini sangat selaras dengan visi Presiden Prabowo tentang swasembada pangan,” kata Bupati Arief. Ia juga berharap program ini bisa dimulai pada Januari 2025.  

Dirjen Budi menyatakan kesiapannya untuk segera menyusun tim yang akan mengimplementasikan program di Blora.

Pupuk organik cair akan disediakan oleh KKP, sementara benih akan menggunakan varietas lokal yang biasa dipakai petani Blora.  

Produk pupuk organik cair ini diberi merek REGEN, yang diambil dari kata regenerasi untuk mengembalikan kesuburan tanah sawah yang jenuh dengan pupuk kimia.

Komposisinya terdiri dari fermentasi rumput laut (60%) yang dipadukan dengan bahan organik lain kaya mikronutrien, bakteri penambat nitrogen, dan zat pengatur tumbuh (ZPT).  

Dengan penerapan program ini, Blora diharapkan menjadi percontohan pertanian sehat berbasis regeneratif farming untuk keberlanjutan produksi pangan nasional.  


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini